8.000 Keturunan Indonesia Teridentifikasi di Filipina Menurut Pernyataan Menlu

Jakarta – Dalam upaya memperkuat hubungan antarnegara, Indonesia dan Filipina telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kerja sama di bidang konsuler. Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah registrasi dan identifikasi warga keturunan Indonesia yang berada di Filipina. Dalam proses ini, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 8.000 individu telah teridentifikasi sebagai keturunan Indonesia di negara tersebut.
Proses Identifikasi Warga Keturunan
Menlu RI, Sugiono, mengungkapkan informasi ini setelah pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) dengan Menlu Filipina, Maria Theresa Lazaro, yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 23 April. Dalam pernyataannya, Sugiono menyebutkan bahwa proses registrasi dan identifikasi tersebut merupakan langkah penting untuk memahami dan mengakui keberadaan warga keturunan di kedua negara.
“Kami mendiskusikan mengenai istilah ‘person of Indonesian descent’ dan ‘person of Filipino descent’ yang ada di kedua negara. Dari proses ini, kami berhasil mengidentifikasi sekitar 8.000 orang yang memiliki keturunan Indonesia,” jelasnya.
Statistik Keturunan Filipina di Indonesia
Menariknya, dari total 8.000 individu yang terdaftar, kurang dari 10 persen di antaranya merupakan keturunan Filipina yang tinggal di Sulawesi Utara. “Sekitar 10 persen dari jumlah itu atau sekitar 800 orang adalah keturunan Filipina,” imbuh Sugiono.
Proses registrasi yang telah dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mendata, tetapi juga untuk memberikan jaminan hak-hak bagi warga keturunan tersebut. Sugiono menekankan pentingnya memberikan hak yang sesuai dengan status kewarganegaraan masing-masing individu setelah proses identifikasi selesai.
Kepentingan Status Kewarganegaraan
Menlu Sugiono menambahkan bahwa hubungan historis antara Indonesia dan Filipina sebagai negara tetangga telah mendorong terjadinya pertukaran budaya dan manusia selama bertahun-tahun. Namun, dengan adanya pertukaran ini, banyak individu yang memerlukan kejelasan mengenai status kewarganegaraan mereka.
“Masyarakat perlu mengetahui dengan jelas kewarganegaraan mereka. Kita menyadari bahwa banyak etnis dan suku di Sulawesi Utara dan Filipina yang memiliki hubungan keluarga,” ujarnya.
Inisiatif Filipina untuk Warga Keturunan
Di sisi lain, Menlu Filipina, Maria Theresa Lazaro, menekankan bahwa isu ini mencerminkan kedekatan hubungan antar masyarakat kedua negara. Ia menyampaikan bahwa Filipina juga sedang melakukan pendataan terhadap warga keturunan Filipina di Sulawesi Utara untuk memastikan mereka dapat mengakses layanan sosial dengan lebih cepat dan menyeluruh.
“Kami berharap program ini akan membantu dalam mendokumentasikan mereka dan memberikan akses ke layanan sosial yang komprehensif,” kata Lazaro.
Keberhasilan Program Pendataan
Lebih lanjut, Filipina juga mencatat keberhasilan dalam program pendataan warga keturunan Indonesia di negara mereka. Keberhasilan ini, menurut Lazaro, merupakan hasil dari kerja sama erat antara pemerintah Filipina dan otoritas Indonesia, yang telah memberikan kepastian status kewarganegaraan bagi ribuan orang.
“Kerja sama yang baik antara kedua pemerintah ini sangat berkontribusi terhadap keberhasilan program pendataan,” tambahnya.
Komitmen untuk Memperluas Kerja Sama
Melihat ke depan, kedua negara berkomitmen untuk memperluas implementasi Rencana Aksi bilateral yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, termasuk dalam menangani isu-isu konsuler.
Inisiatif ini dianggap sangat penting untuk memastikan perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan warga keturunan di kedua negara. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia dan Filipina.
- Proses registrasi dan identifikasi warga keturunan Indonesia di Filipina.
- Data menunjukkan sekitar 8.000 individu teridentifikasi sebagai keturunan Indonesia.
- Kurang dari 10% di antaranya adalah keturunan Filipina di Sulawesi Utara.
- Komitmen untuk memberikan hak sesuai kewarganegaraan masing-masing individu.
- Kerja sama erat antara pemerintah Indonesia dan Filipina dalam program pendataan.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dan Filipina tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan warga keturunan yang ada di kedua negara. Kejelasan dan dukungan yang diberikan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat yang terlibat, serta menciptakan ikatan yang lebih kuat antara kedua negara di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Iran Diperbolehkan Ikut Piala Dunia 2026 Menurut Pernyataan Trump
➡️ Baca Juga: Irlandia Siap Luncurkan Strategi Efektif untuk Menurunkan Harga BBM




