slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

26 Wilayah Dapat Jagung Murah Tahun Ini, Apakah Daerahmu Termasuk?

Jakarta – Kebijakan pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga jagung pakan mulai diimplementasikan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diambil setelah harga jagung di tingkat peternak mencapai Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp5.800 per kilogram. Dengan program ini, diharapkan para peternak dapat memperoleh jagung dengan harga yang lebih terjangkau.

Penugasan dan Verifikasi Data

Maino Dwi Hartono, Direktur SPHP di Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengonfirmasi bahwa penugasan kepada Perum Bulog untuk mendukung distribusi jagung telah resmi dikeluarkan. Verifikasi data penerima bantuan juga telah diselesaikan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

“Dengan meningkatnya harga jagung di kalangan peternak dan panen raya yang sudah berlangsung, Bapanas telah memberikan tugas kepada Bulog untuk melaksanakan penyaluran jagung SPHP. Kami berharap penyaluran ini bisa dilakukan segera,” ungkap Maino dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin (27/4).

Target Program SPHP

Program ini difokuskan pada lebih dari 5.000 peternak dari skala mikro, kecil, dan menengah, yang mencakup total populasi sekitar 53 juta ekor unggas di 26 provinsi. Daftar penerima bantuan mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026.

  • Lebih dari 5.000 peternak terlibat
  • Total populasi 53 juta ekor unggas
  • Distribusi di 26 provinsi
  • Surat Keputusan Menteri Pertanian
  • Program hingga akhir tahun 2026

Alokasi dan Penyaluran Jagung

Total alokasi jagung dalam program SPHP mencapai 242 ribu ton, dengan penyaluran yang direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Maino menjelaskan bahwa cakupan tahun ini lebih luas dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 17 provinsi. “Provinsi yang sebelumnya tidak terdaftar atau belum mengajukan kini sudah termasuk dalam SK Kementan,” tambahnya.

Penyaluran ini ditujukan untuk membantu peternak kecil yang memiliki keterbatasan finansial dalam memperoleh jagung. Dari total 242 ribu ton, sekitar 213,1 ribu ton akan segera disalurkan pada tahap awal, sementara sisa 28,8 ribu ton disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peternak baru, termasuk peternak babi yang saat ini masih dalam proses pengajuan di tingkat kabupaten/kota.

Harga Jagung yang Ditetapkan

Badan Pangan Nasional telah menetapkan harga untuk jagung SPHP di kisaran Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di Gudang Bulog, dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi yang memiliki anggota terdaftar di SK Menteri Pertanian.

Maino juga menekankan pentingnya distribusi jagung ke sentra produksi yang memperhatikan periode panen raya serta harga yang berlaku di tingkat petani dan peternak. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya penurunan harga jagung yang terlalu signifikan bagi petani.

Perkembangan Harga di Pasaran

Berdasarkan pantauan terakhir dari Bapanas per 27 April 2026, harga jagung di tingkat peternak mencapai Rp6.758 per kilogram, yang merupakan 16,52 persen lebih tinggi dari HAP konsumen. Kenaikan harga pakan ini berpotensi berdampak pada harga telur dan daging ayam ras.

Dampak Inflasi dari Harga Daging Ayam

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa daging ayam ras dan emas perhiasan telah menjadi penyumbang utama inflasi pada tahun kalender hingga Maret 2026. “Daging ayam ras dan emas perhiasan memberikan kontribusi inflasi yang cukup signifikan selama dua bulan, dari Januari hingga Februari,” jelas Ateng.

Meski demikian, BPS mencatat bahwa jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk telur dan daging ayam ras pada pekan keempat April justru mengalami penurunan. Untuk telur ayam ras, terdapat 98 kabupaten/kota yang mencatatkan kenaikan IPH, sementara 184 daerah justru mengalami penurunan harga.

Kesimpulan

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan yang diluncurkan oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi bagi peternak dalam menghadapi tantangan harga jagung yang meningkat. Dengan penyaluran yang tepat sasaran dan harga yang terjangkau, diharapkan program ini akan membantu memperkuat sektor peternakan di Indonesia, serta menjaga stabilitas harga pangan secara keseluruhan.

➡️ Baca Juga: Bulog Lombok Timur Tingkatkan Serapan Gabah Petani Selama Musim Panen

➡️ Baca Juga: Alter Ego Kembali Berjaya di MPL ID S17 Week 2, Kalahkan EVOS 2-1

Related Articles

Back to top button