slot depo 10k
Ekonomi

Rupiah Rawan Melemah, 12 Maret 2026

— Paragraf 1 —

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak terte­kan dalam perdagangan, Kamis (12/3), seiring meningkat­nya tensi konflik di Timur Tengah antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS) – Israel. Eskalasi konflik tersebut mendorong pelaku pasar global cenderung bersikap risk-off, yakni mengalihkan dana ke aset aman seperti dollar AS dan emas, sehingga menekan mata uang negara berkem­bang, termasuk rupiah.

— Paragraf 2 —

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi melihat pasar kian cemas dengan terhadap gang­guan pasokan energi global setelah Iran mulai memblokir Selat Hormuz yang merupakan jalur pengiriman minyak dan gas utama untuk Asia. Langkah tersebut merupakan respons Iran terhadap serangan AS dan Israel.

— Paragraf 3 —

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS bergerak fluktuatif dengan kecenderung­an melemah di kisaran 16.880-16.910 rupiah per dollar AS.

— Paragraf 4 —

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan di Jakarta, Rabu (11/3), melemah 23 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.886 rupiah per dollar AS.

— Paragraf 5 —

“Dari sisi global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh dinamika dollar AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah,” ucap Research and Development Indone­sia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muham­mad Amru Syifa di Jakarta.

— Paragraf 6 —

Menurut dia, meredanya sebagian kekhawatiran pasar terkait eskalasi konflik di kawasan tersebut memberikan ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk menguat. Selain itu, lanjut Amru, koreksi pada in­deks dollar AS (DXY) setelah penguatan sebelumnya juga turut menopang pergerakan rupiah.

— Paragraf 7 —

“Pelaku pasar saat ini juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” ungkap dia.

— Paragraf 8 —

Melihat dari sisi domestik, sentimen positif datang dari kinerja konsumsi yang masih cukup solid, tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dilaporkan Bank Indonesia.

— Paragraf 9 —

“Di samping itu, konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi di pasar valas juga turut membantu meredam volatilitas rupiah di tengah ketidakpastian global,” kata dia.

➡️ Baca Juga: NVIDIA dan Titan Telekomunikasi Global Kembangkan Jaringan 6G dengan AI: Strategi Optimasi SEO untuk Meningkatkan Peringkat Google

➡️ Baca Juga: Permintaan Kue Lebaran Meningkat, UMKM di Bone Bolango Kebanjiran Pesanan

Related Articles

Back to top button