Calon Pengantin Diberi Bekal Hidup Antipinjol dan Strategi Pengelolaan Keuangan yang Efektif

Di era digital yang serba cepat ini, banyak pasangan yang terjebak dalam godaan pinjaman online dan risiko judi online. Untuk mengatasi masalah ini, Tim Penggerak PKK Kota Makassar mengambil inisiatif untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang efektif. Melalui program KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis), mereka mengadakan seminar bertema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online.” Kegiatan ini berlangsung di Makassar pada hari Rabu, dan bertujuan untuk mengingatkan calon pengantin agar fokus membangun masa depan, bukan terjerat dalam utang yang dapat menghancurkan keluarga.
Pentingnya Fondasi Keluarga Sejak Awal
KISAH bukan hanya sekadar program, tetapi juga merupakan salah satu langkah strategis dari Pokja I TP PKK Kota Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh sekretaris dan pengurus TP PKK, kader PKK dari tingkat kelurahan, serta pasangan calon pengantin. Kamelia Thamrin Tantu, Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, menekankan bahwa membangun fondasi keluarga yang kuat harus dimulai sebelum pernikahan. Hal ini mencakup aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, dan tentu saja, pengelolaan keuangan.
Calon pengantin didorong untuk melakukan diskusi terbuka mengenai masalah keuangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, serta siapa yang akan bertanggung jawab mengatur keuangan perlu dilakukan seawal mungkin. “Jangan sampai setelah menikah baru mulai membahas siapa yang pegang uang,” ungkap Kamelia. Diskusi ini penting untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari.
Pentingnya Pengelolaan Keuangan Efektif
Penguatan ketahanan keluarga harus disertai dengan kemampuan untuk mengambil keputusan finansial secara bijak. Dalam acara KISAH, Nadhilah Avissa Nashar, Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, memberikan materi tentang pengelolaan keuangan keluarga. Ia menjelaskan bagaimana pengelolaan keuangan yang efektif dapat dimulai dengan langkah-langkah sederhana, seperti membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyiapkan dana untuk masa depan.
- Membedakan kebutuhan dan keinginan.
- Menyusun prioritas pengeluaran.
- Menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.
- Berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang mencurigakan.
- Menjaga agar tidak terjerat dalam pinjaman berisiko tinggi.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk tidak tergoda oleh tawaran keuntungan cepat yang sering kali dapat membawa masalah keuangan. Kesadaran ini penting untuk menjaga stabilitas finansial keluarga di masa yang akan datang.
Komunikasi yang Efektif dalam Keluarga
Dalam sesi berikutnya, Penyuluh Agama Syamsiah menjelaskan tentang pentingnya membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia memberikan nasihat kepada calon pengantin untuk selalu menjaga komunikasi yang baik. Dalam setiap hubungan, saling menghargai dan menjalankan tanggung jawab bersama adalah kunci utama untuk mengatasi berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan berumah tangga.
Nilai-nilai agama juga diharapkan menjadi landasan dalam menghadapi masalah keluarga. Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, pasangan dapat bersama-sama menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul.
Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Pasangan Muda
Dalam konteks pengelolaan keuangan yang efektif, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh pasangan muda setelah menikah. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Menetapkan anggaran bulanan bersama.
- Membuat rekening terpisah untuk keperluan pribadi dan rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga.
- Melacak pengeluaran harian untuk mengetahui ke mana uang digunakan.
- Menyisihkan sejumlah dana untuk tabungan darurat.
- Menetapkan tujuan finansial jangka pendek dan jangka panjang.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, pasangan muda dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, sehingga dapat menghindari masalah yang sering kali muncul akibat ketidakpahaman dalam aspek finansial.
Kesadaran terhadap Risiko Pinjaman Online dan Judi Online
Salah satu fokus utama dari program KISAH adalah untuk mencegah calon pengantin terjebak dalam pinjaman online yang berisiko tinggi. Dalam era digital, pinjaman online semakin marak dan sering kali menawarkan kemudahan yang menggoda. Namun, banyak di antaranya juga membawa risiko yang besar bagi keuangan keluarga.
Peserta diajarkan untuk mengenali ciri-ciri pinjaman online yang tidak resmi dan berpotensi merugikan. Keluarga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang produk keuangan yang mereka pilih, termasuk syarat dan ketentuan yang menyertainya. Hal ini juga berlaku untuk judi online, yang dapat menghancurkan stabilitas finansial keluarga.
Peran Pendidikan Keuangan dalam Masyarakat
Pendidikan keuangan harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan masyarakat. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan keuangan, termasuk cara menghindari utang yang tidak perlu. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial.
Pendidikan keuangan yang baik juga dapat membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya investasi dan perencanaan masa depan. Hal ini akan mendorong mereka untuk tidak hanya fokus pada pengeluaran, tetapi juga pada bagaimana mengembangkan aset dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Kesimpulan Akhir
Melalui program seperti KISAH, calon pengantin diberikan bekal yang sangat penting untuk menghadapi kehidupan baru mereka. Pengelolaan keuangan yang efektif tidak hanya membantu mencegah terjebak dalam utang, tetapi juga membangun fondasi keluarga yang kuat. Dengan pengetahuan yang tepat dan sikap yang bijak, setiap pasangan dapat meraih kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan berumah tangga mereka.
➡️ Baca Juga: Sule Minta Maaf Usai Kontroversi di Rumah Duka Vidi Aldiano: Tidak Ada Niat Mencari Keuntungan
➡️ Baca Juga: Kemnaker Bekerja Sama dengan TikTok untuk Meningkatkan Kualitas SDM Digital



