slot depo 10k
Pendidikan

Film Setan Alas Hasil Kolaborasi Mahasiswa dan Siswa SMK Meraih Penghargaan di Festival Internasional

Sebuah fenomena menarik dalam dunia film Indonesia terjadi ketika “Setan Alas”, sebuah film hasil kolaborasi antara ratusan mahasiswa dan siswa SMK, berhasil meraih penghargaan di festival-festival film internasional. Film horor-komedi ini bukan hanya sekedar hiburan, namun juga menjadi contoh penggabungan pendidikan, industri kreatif, dan ekonomi berkelanjutan dalam sebuah produksi film.

Pelajaran Langsung di Set Film

Dalam produksi film “Setan Alas”, bukan hanya aktor profesional yang terlibat. Lebih dari 140 kru film berasal dari berbagai kampus dan sekolah, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja Film Academy, ISI Yogyakarta, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), ISI Denpasar, Amikom, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan berbagai SMK di Jogja, Surakarta, Batu Malang, Palu, dan Bogor. Mereka belajar dan terlibat langsung dalam proses produksi film, memberikan pemahaman praktis tentang industri film.

Kolaborasi Kampus dan SMK

Pembelajaran langsung di set film ini menjadi contoh kolaborasi antara kampus dan SMK dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Mahasiswa, siswa SMK, dosen, dan talenta muda mendapatkan kesempatan belajar sekaligus terlibat langsung dalam pembuatan film. Selain itu, film “Setan Alas” juga menggabungkan pendidikan, riset dan praktik industri film dalam satu proses produksi.

Konsep Shared Ownership

“Setan Alas” tidak hanya inovatif dalam proses produksinya, namun juga dalam konsep kepemilikannya. Film ini menggunakan konsep shared ownership, di mana semua pemain dan kru memiliki hak atas film yang diproduksi. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, tetapi juga memiliki bagian dalam keberhasilan dan keuntungan film.

Film Setan Alas: Sinopsis dan Prestasi

“Setan Alas” menceritakan tentang lima mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan. Film ini membangun ketegangan melalui konflik, prasangka, dan dinamika psikologis antartokoh, menghindari ketergantungan pada efek kejut atau jumpscare yang lazim dalam film horor arus utama. Film ini berhasil meraih penghargaan Best Film, Best Editing, dan Best Storytelling di JAFF 2023 dan diputar di berbagai festival film internasional di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Argentina.

  • Produksi Film: Melibatkan lebih dari 140 kru dari berbagai kampus dan sekolah.
  • Konsep Shared Ownership: Semua pemain dan kru memiliki hak atas film yang diproduksi.
  • Prestasi: Meraih penghargaan Best Film, Best Editing, dan Best Storytelling di JAFF 2023.
  • Festival Internasional: Diputar di berbagai festival film internasional di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Argentina.

Film “Setan Alas” menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan diakui secara internasional. Hal ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam produksi film dan memahami lebih dalam tentang industri film dan ekonomi kreatif.

➡️ Baca Juga: Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Simpang Umbar-Putih Doh di Tanggamus

➡️ Baca Juga: Mengungkap Pentingnya Selat Hormuz dan 8 Negara yang Berada di Sekitarnya

Related Articles

Back to top button