PGN Siap Mengalokasikan Belanja Modal USD353 Juta Tahun 2026 untuk Memperteguh Infrastruktur Gas

Dalam upaya kuat untuk memperkokoh infrastruktur gas bumi terintegrasi dan mendukung ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) telah menetapkan belanja modal yang mencapai USD353 juta pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 14 persen dari angka tahun sebelumnya. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memaksimalkan peran gas bumi sebagai sumber energi transisi.
Strategi Perusahaan PGN pada tahun 2026
Menurut Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, pada tahun 2026 strategi perusahaan akan difokuskan pada pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan. Strategi ini meliputi peningkatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis dan ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Dalam menjalankan strategi ini, PGN akan diimbangi dengan disiplin dalam strategi keuangan dan komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap lini operasionalnya.
Detail Alokasi Belanja Modal PGN
Sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan energi yang andal dan lebih dekat dengan masyarakat serta pelanggan industri, PGN mengalokasikan sebesar USD219 juta dari total belanja modalnya untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. Infrastruktur ini meliputi pipeline dan beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Proyek Prioritas PGN
Beberapa proyek prioritas yang menjadi fokus PGN adalah customer attachment, perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa, pembangunan Pipa Tegal-Cilacap dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur.
- Customer attachment
- Perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa
- Pembangunan Pipa Tegal-Cilacap dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei
- Pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur
Di samping itu, PGN juga melanjutkan pengembangan low carbon business sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, termasuk inisiatif biomethane.
Pengalokasian Belanja Modal di Hulu (Upstream)
Di sisi hulu, PGN mengalokasikan belanja modal sebesar USD134 juta untuk meningkatkan kinerja eksplorasi dan peningkatan oil and gas lifting. Program utama mencakup kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D.
Komitmen PGN Terhadap Keberlanjutan dan Keselamatan
Menurut Arief, untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, PGN memperkuat aspek HSSE dengan target Zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, PGN menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen.
➡️ Baca Juga: Kemlu RI Minta Investigasi Menyeluruh atas Ledakan Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Tiga WNI Hilang
➡️ Baca Juga: Na Willa: Mengajak Penonton Eksplore Dunia Anak-Anak Secara Mendalam



