Skor PISA Matematika 2025 Indonesia Turun Lagi, Kemendikdasmen Ungkap Penyebabnya

Jakarta – Skor Programme for International Student Assessment (PISA) untuk tahun 2025 telah dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam laporan tersebut, terlihat bahwa skor PISA Indonesia untuk tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan tahun 2022. Meskipun terdapat peningkatan kecil dalam literasi dan sains, kemampuan numerasi atau matematika justru mengalami penurunan lebih lanjut. Pada tahun 2018, Indonesia mencatat skor PISA matematika di angka 379, namun angka tersebut merosot menjadi 366 pada tahun 2022. Kini, pada tahun 2025, skor matematika Indonesia kembali mengalami penurunan, mencapai 364. “Matematika mengalami penurunan 2 poin,” ungkap Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Pemahaman tentang PISA
PISA adalah sebuah asesmen yang dilaksanakan oleh OECD untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam tiga bidang utama: membaca, matematika, dan sains. Fokus utama PISA tahun 2025 adalah pada literasi sains. Menariknya, tahun ini juga mencatatkan bahwa sekitar 75 persen negara anggota OECD mengalami penurunan skor dalam PISA.
Analisis Penurunan Skor Matematika
Menurut Rahmawati, penurunan skor matematika yang dialami Indonesia bukanlah fenomena yang unik. Ia menjelaskan bahwa secara global, rata-rata penurunan skor matematika pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2022 adalah sebesar 1 poin. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi pihak pemerintah. Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), menegaskan bahwa mereka tidak menganggap remeh penurunan skor tersebut. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
- Memperkuat kemampuan bernalar dan pemecahan masalah siswa.
- Fokus pada peningkatan kompetensi guru.
- Pendampingan bagi satuan pendidikan yang memerlukan peningkatan capaian.
- Melakukan evaluasi berkala terhadap kurikulum pendidikan.
- Meningkatkan akses dan kualitas sumber belajar bagi siswa.
Peningkatan di Bidang Literasi dan Sains
Meskipun skor PISA matematika mengalami penurunan, ada kabar baik dari bidang literasi membaca dan sains. Indonesia mencatatkan peningkatan skor di kedua bidang tersebut. Skor literasi membaca Indonesia pada tahun 2022 adalah 259, namun meningkat menjadi 365 pada tahun 2025. Begitu pula dengan skor untuk kemampuan sains, yang naik dari 383 pada tahun 2022 menjadi 389 pada tahun 2025.
Ranking PISA Indonesia
Dalam hal peringkat, Indonesia juga mengalami perubahan yang signifikan. Peringkat untuk literasi membaca turun dari posisi 71 pada tahun 2022 menjadi 74 pada tahun 2025. Untuk matematika, peringkat Indonesia merosot dari 70 menjadi 78. Sedangkan dalam kemampuan sains, Indonesia mengalami penurunan dari peringkat 67 menjadi 78. PISA tahun 2022 melibatkan 81 negara, sementara PISA 2025 mencakup 90 negara, menunjukkan bahwa kompetisi di tingkat global semakin ketat.
Langkah Selanjutnya untuk Meningkatkan Pendidikan
Menanggapi hasil PISA yang kurang memuaskan, Kemendikdasmen berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis. Salah satu fokus utama adalah memperkuat pelatihan bagi guru, agar mereka dapat lebih efektif dalam mengajar dan membimbing siswa. Selain itu, upaya untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan juga akan menjadi prioritas. Melalui strategi ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Pentingnya Evaluasi dan Adaptasi
Evaluasi berkala terhadap kurikulum pendidikan juga menjadi bagian penting dari rencana perbaikan. Dengan memperhatikan perkembangan global dan kebutuhan siswa saat ini, Kemendikdasmen berupaya untuk menyesuaikan pendekatan pendidikan agar lebih relevan. Adaptasi ini mencakup inovasi dalam metode pengajaran serta peningkatan materi ajar yang lebih menarik dan interaktif.
- Menerapkan teknologi dalam proses pembelajaran.
- Mengintegrasikan keterampilan abad 21 dalam kurikulum.
- Melibatkan orang tua dalam pendidikan anak.
- Mendorong kebiasaan membaca sejak dini.
- Menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional.
Kesimpulan
Dengan hasil PISA yang menunjukkan penurunan pada skor matematika, namun peningkatan di bidang literasi dan sains, Indonesia berada di persimpangan penting dalam reformasi pendidikan. Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pelatihan guru, evaluasi kurikulum, dan penerapan teknologi harus menjadi prioritas utama. Hanya dengan langkah-langkah strategis dan kolaboratif, Indonesia dapat berharap untuk melihat perbaikan yang signifikan dalam kinerja pendidikan di masa depan.
➡️ Baca Juga: 5 Pilihan Rumah Subsidi Terjangkau di Kabupaten Pasuruan: Solusi Tepat untuk Hunian Anda
➡️ Baca Juga: Pendaftaran Undian Piala Asia 2027 Ditunda Akibat Konflik di Timur Tengah



