— Paragraf 1 —
Paris — Para menteri energi negara-negara G7 pada Rabu (11/3), menyatakan kesiapan untuk mengambil “semua langkah yang diperlukan” guna meredam lonjakan harga minyak mentah yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Langkah tersebut akan dilakukan secara terkoordinasi dengan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA).
— Paragraf 2 —
Dikutip dari AFP, pernyataan itu disampaikan ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang negaranya tengah memegang presidensi bergilir G7, dijadwalkan memimpin konferensi video para pemimpin negara anggota untuk membahas dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah, menurut keterangan kepresidenan Prancis.
— Paragraf 3 —
Sehari sebelumnya, negara-negara anggota IEA yang berbasis di Paris juga menggelar pembicaraan darurat untuk menilai keamanan pasokan energi serta kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis di tengah gejolak pasar global.
— Paragraf 4 —
“Pada prinsipnya, kami mendukung penerapan langkah-langkah proaktif untuk mengatasi situasi ini, termasuk penggunaan cadangan strategis,” kata para menteri energi G7 dalam pernyataan bersama.
— Paragraf 5 —
Mereka menyatakan saat ini tengah melakukan koordinasi intensif, baik di antara anggota G7 maupun dengan negara-negara anggota IEA lainnya.
— Paragraf 6 —
“Kami sepakat untuk bersiap mengambil semua langkah yang diperlukan dalam koordinasi dengan anggota IEA,” demikian isi pernyataan tersebut. “Anggota G7 akan mempertimbangkan dengan cermat rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini.”
— Paragraf 7 —
Meski demikian, Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait pelepasan cadangan minyak.
— Paragraf 8 —
“Kita perlu mengirimkan pesan yang sangat jelas, yaitu jika kita tidak dapat membuka kembali Selat Hormuz, kita akan menggantinya dengan minyak lain yang akan datang dari tempat lain dan beredar di seluruh dunia,” katanya.
— Paragraf 9 —
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa IEA sedang mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah untuk menekan lonjakan harga minyak akibat konflik tersebut.
— Paragraf 10 —
Tenangkan Pasar
— Paragraf 11 —
Awal pekan ini, Presiden Macron juga mengungkapkan kemungkinan negara-negara G7 menggunakan cadangan minyak darurat untuk menahan lonjakan harga energi yang ekstrem.
— Paragraf 12 —
Para menteri keuangan G7 telah menggelar pertemuan pada Senin, diikuti oleh pertemuan para menteri energi pada Selasa guna membahas langkah koordinasi menghadapi gejolak pasar energi.
— Paragraf 13 —
Sementara itu, laporan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak turut membantu menenangkan pasar. Saham-saham Asia tercatat menguat pada Rabu, sementara harga minyak relatif stabil.
— Paragraf 14 —
“Kami ingin siap bereaksi setiap saat,” kata Lescure.
➡️ Baca Juga: Itikaf Umum di Masjid Istiqlal: Rundown dan Ketentuan yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung Laksanakan Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon