Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG, Sorotan Terhadap 361 Siswa di Karo

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke sejumlah siswa yang saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 11 September.

Kunjungan untuk Memastikan Kesehatan Siswa

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa para siswa mendapatkan perawatan medis yang memadai dan obat-obatan yang diperlukan untuk proses pemulihan mereka. Dalam kunjungan ini, Gibran didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat mengunjungi Rumah Sakit Efarina Etaham dan RS Amanda Berastagi.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak Bapak/Ibu dapat sembuh dan kembali ke sekolah. Mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik,” ungkap Gibran saat berada di RS Efarina Etaham Berastagi.

Pembiayaan Pengobatan Ditanggung Pemerintah

Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi siswa yang terkena dampak, termasuk jika mereka memerlukan rujukan ke rumah sakit di Medan atau Jakarta.

“Saya sudah bertanya satu per satu mengenai kebutuhan mereka. Jika ada yang perlu dirujuk ke Jakarta atau Medan, semua akan kami penuhi,” tegasnya.

Masalah Keamanan Pangan yang Perlu Diperhatikan

Namun, masalah yang dihadapi tidak hanya sebatas pada penanganan medis. Dugaan keracunan yang terjadi pasca konsumsi makanan dari program MBG ini memunculkan pertanyaan lebih dalam mengenai pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat bahwa sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama mengalami dampak keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada tanggal 13 Agustus 2026.

Rincian Perawatan Siswa

Ratusan siswa tersebut sempat menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Berikut adalah rincian perawatan yang diterima:

Pentingnya Pengawasan Keamanan Makanan

Kasus keracunan ini menjadi sorotan karena gangguan kesehatan yang dialami oleh sebanyak 361 siswa terjadi setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG secara bersamaan. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dipresentasikan dalam Rapat Dengar Pendapat DPRD Kabupaten Karo menunjukkan adanya kontaminasi bakteri patogen pada sejumlah sampel makanan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak dapat diukur hanya dari banyaknya makanan yang dibagikan kepada siswa. Keamanan makanan, standar pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan pengawasan di setiap unit pelayanan pemenuhan gizi merupakan aspek-aspek penting yang harus dijamin.

Pemenuhan Kebutuhan Korban

Selama kunjungannya, Gibran meminta agar pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan para korban dipenuhi. Ia menekankan bahwa proses pemulihan siswa tidak berakhir setelah mereka keluar dari rumah sakit.

“Mohon kepada Bapak Gubernur, semua biaya perawatan akan kami tanggung,” ujar Gibran.

Pentingnya Pendampingan Psikologis

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap siswa yang terdampak, termasuk dalam aspek psikologis mereka.

“Proses pemulihan siswa ini tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah akan terus melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Pengalaman The Panturas Mengguncang Panggung Internasional di Luar Negeri

➡️ Baca Juga: Penguatan Fundamental Diperlukan untuk Meningkatkan Konsumsi Rumah Tangga

Exit mobile version