Harga Cabai Mencapai Rp72 Ribu per Kilogram, Garut Selenggarakan Pasar Murah Rp5.000 per Ons

Harga cabai yang melambung tinggi menjadi masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat, terutama di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dengan harga cabai yang mencapai Rp72 ribu per kilogram, banyak warga yang merasa terbebani. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pertanian (Dispertan) setempat mengambil langkah proaktif dengan mengadakan pasar murah khusus untuk cabai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang kesulitan dengan tingginya harga di pasaran.
Inisiatif Pasar Murah Cabai di Garut
Pasar murah yang diselenggarakan oleh Dispertan Kabupaten Garut berfokus pada penjualan cabai dengan harga yang lebih terjangkau. Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian Dispertan, Susi Suhartianti, menjelaskan bahwa acara ini diadakan sebagai respon terhadap tingginya harga cabai di pasaran. “Kami ingin membantu masyarakat dengan menyediakan cabai dengan harga yang lebih murah,” imbuhnya saat acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang menginstruksikan setiap daerah untuk mengadakan bazar guna mengendalikan harga cabai yang melonjak. Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan dapat menstabilkan harga cabai dan sekaligus mendukung petani lokal.
Varian Cabai yang Tersedia
Pasar murah ini menawarkan berbagai jenis cabai yang sesuai dengan instruksi Kementan. Jenis cabai yang dijual meliputi:
- Cabai keriting
- Cabai merah besar
- Cabai hijau
- Cabai rawit
Keberagaman jenis cabai ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan pilihan bagi pembeli. Susi menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar mendistribusikan cabai, tetapi juga bertujuan untuk menjaga kestabilan harga di pasar.
Produksi Cabai Lokal yang Memadai
Keberhasilan Kabupaten Garut dalam menyelenggarakan pasar murah cabai ini tidak terlepas dari potensi produksi cabai yang cukup baik di daerah tersebut. Susi menjelaskan bahwa Garut memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Kami memiliki banyak petani yang berkontribusi dalam produksi cabai,” ujarnya.
Kelompok tani yang berpartisipasi dalam pasar murah ini telah menyiapkan berbagai jenis cabai yang telah dikemas dalam 500 bungkus untuk memudahkan penjualan. Harga cabai yang ditawarkan di pasar murah ini adalah Rp5.000 per ons, yang jelas jauh lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran saat ini.
Perbandingan Harga Pasar
Dengan harga cabai yang mencapai Rp72 ribu per kilogram di pasar, pasar murah ini memberikan alternatif yang sangat menarik bagi konsumen. “Kami menjual cabai dengan harga yang lebih rendah untuk membantu masyarakat,” ungkap Susi. Hal ini menjadi solusi yang sangat dinanti-nantikan oleh warga yang merasa tertekan dengan harga cabai yang terus merangkak naik.
Antusiasme Masyarakat terhadap Pasar Murah
Selain cabai, pasar murah ini juga menyediakan komoditas pertanian lain seperti bawang merah dan alpukat. Kehadiran produk-produk ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, yang terlihat dari banyaknya pengunjung yang berdatangan untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Susi menambahkan bahwa pasar murah ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Rencana untuk mengadakan kembali pasar murah ini akan dilakukan sesuai dengan instruksi dari Kementan, terutama ketika harga cabai di pasaran mengalami lonjakan. “Kami akan terus mengadakan kegiatan ini jika ada instruksi dari Kementan terkait komoditas yang terkena inflasi,” tegas Susi.
Kesimpulan
Inisiatif pasar murah yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut menunjukkan komitmen untuk mengendalikan harga cabai yang melambung tinggi. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan cabai tanpa harus terbebani oleh harga yang tinggi. Selain itu, dukungan kepada petani lokal juga menjadi fokus utama, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian.
➡️ Baca Juga: Layanan Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Kembangan Jakarta Barat untuk Masyarakat
➡️ Baca Juga: DLH Bandung Barat Mengidentifikasi Perusahaan yang Diduga Mencemari Sungai Cihaur




