Inovasi Kapolda Kalsel Turunkan Suhu Gambut Terbakar dalam Waktu 22 Detik

Di tengah tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam, inovasi menjadi solusi penting untuk penanggulangannya. Salah satu terobosan menarik datang dari Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, yang berhasil menciptakan cairan khusus untuk mendinginkan gambut yang terbakar. Dalam waktu hanya 22 detik, cairan ini mampu menurunkan suhu tanah yang sebelumnya mencapai lebih dari 70 derajat Celsius menjadi normal, yaitu antara 28 hingga 30 derajat Celsius. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan pemantauan di Banjarbaru, Kalsel.

Efektivitas Inovasi dalam Penanggulangan Karhutla

Pemantauan suhu tanah dilakukan menggunakan drone thermal di area lahan terbakar yang berada di Pengayuan, Banjarbaru. Luas area yang terpengaruh mencapai 900 hektare, menunjukkan skala masalah yang dihadapi. Meskipun api di permukaan tampak padam, asap yang masih keluar dari beberapa titik menandakan adanya bara api yang tersisa di dalam tanah. Hal ini berisiko menyebabkan kebakaran kembali muncul jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut Hanif, kebakaran gambut cenderung menyebar di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, metode penyiraman biasa tidak cukup untuk memadamkan api yang terpendam. Inovasi metode suntik yang diterapkan ini terbukti efektif karena dapat menjangkau bagian dalam gambut yang terbakar, sehingga lebih optimal dalam menanggulangi kebakaran.

Komponen Ramah Lingkungan dalam Inovasi

Cairan yang digunakan dalam inovasi ini berbahan dasar surfaktan nabati yang ramah lingkungan. Racikan dari Bidlabfor Polda Kalsel ini tidak hanya cepat mendinginkan suhu tanah, tetapi juga menjadikan tindakan pemadaman lebih efektif dan efisien. Hanif juga menyatakan dukungannya terhadap penerapan inovasi ini, menjadikannya sebagai model yang dapat diterapkan di daerah lain yang menghadapi masalah serupa.

Manfaat dan Keunggulan Teknologi

Teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi dalam penanganan karhutla, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap penghematan sumber daya air. Dalam kondisi musim kemarau, keterbatasan air sering menjadi masalah utama dalam pemadaman kebakaran. Dengan teknologi ini, penggunaan air dapat dikurangi lebih dari 50 persen, sehingga menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah kekurangan air saat kebakaran terjadi.

Kapolda Yudha juga menegaskan bahwa pengaplikasian cairan ini terus dilakukan dengan harapan dapat memproduksi dalam jumlah besar. Hal ini bertujuan agar area yang terbakar dapat ditangani lebih luas dan memastikan bahwa kebakaran benar-benar padam. Tim drone yang bertugas memantau titik panas dalam tanah juga berperan penting dalam mendeteksi lokasi-lokasi yang masih mengeluarkan asap, untuk selanjutnya dilakukan metode penyuntikan cairan.

Produksi Cairan Konsentrat untuk Pemadaman

Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel, AKP Meilia Rahma, menjelaskan bahwa timnya telah memproduksi cairan konsentrat sebanyak 1.000 liter. Bahan baku yang telah tiba dari Pulau Jawa mencapai satu ton, dan dari bahan baku tersebut, pihaknya berencana memproduksi 4.700 liter konsentrat yang akan dicampurkan dengan air dalam jumlah 470 ribu liter.

Penting untuk dicatat, perbandingan penggunaan cairan ini adalah satu banding seratus, yang berarti satu liter konsentrat dapat dicampurkan dengan seratus liter air. Dengan cara ini, pemadaman akan lebih efisien dan efektif, mengingat banyaknya area yang harus ditangani.

Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Lebih Aman

Inovasi yang diperkenalkan oleh Kapolda Kalsel ini menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita dapat menghadapi tantangan lingkungan dengan lebih baik. Upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat keamanan, menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak dari kebakaran hutan dan lahan.

Diharapkan, dengan adanya teknologi ini, daerah-daerah lain yang juga menghadapi masalah serupa dapat mencontoh dan mengadaptasi metode yang telah terbukti efektif ini. Inovasi ini bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Borneo FC Bidik Tiga Poin Penuh Melawan Persebaya untuk Rayakan Ulang Tahun ke-12 dan Posisi Runner-up

➡️ Baca Juga: Para Perasuk Tawarkan Perspektif Segar Tentang Spiritualitas yang Menarik dan Mendalam

Exit mobile version