Mataram, sebuah kota yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah berupaya secara proaktif dalam menghadapi risiko gelombang tinggi yang belakangan ini mengancam keselamatan di pesisirnya. Dengan datangnya momen libur panjang pada 15-17 Agustus 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengunjung, Dinas Pariwisata setempat mengintensifkan pengawasan guna melindungi wisatawan dan masyarakat.
Peningkatan Pengawasan di Pantai Mataram
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengungkapkan bahwa perhatian lebih terhadap pesisir pantai sangat penting, terutama mengingat adanya potensi peningkatan jumlah wisatawan. “Kondisi gelombang yang cukup tinggi di pesisir Kota Mataram dalam beberapa hari terakhir memerlukan kewaspadaan dari semua pihak,” terangnya. Pihaknya telah menginstruksikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Satgas Pariwisata untuk selalu mengingatkan pengunjung akan bahaya yang mungkin terjadi.
Komunikasi dan Imbauan Keselamatan
Cahya menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi keselamatan kepada para pengunjung. “Kami telah menyebarkan imbauan keselamatan kepada para pengelola objek wisata serta pihak terkait di setiap destinasi unggulan,” jelasnya.
Pengawasan dan peringatan akan difokuskan pada lokasi-lokasi wisata pantai yang langsung berinteraksi dengan pengunjung, seperti Pantai Loang Baloq, Pantai Gading, Pantai Mapak Indah, dan Pantai Sunset Land. Di tempat-tempat ini, risiko gelombang tinggi lebih signifikan, sehingga pengunjung diminta untuk lebih berhati-hati.
Potensi Risiko di Berbagai Pantai
Sementara itu, Pantai Ampenan dianggap memiliki risiko yang lebih terkendali. “Karena karakteristik lokasi Pantai Ampenan yang berada di bawah tanggul, interaksi pengunjung dengan air laut relatif terbatas. Aktivitas lebih banyak dilakukan di area taman,” ungkap Cahya.
Namun, meski risiko di Pantai Ampenan lebih rendah, kewaspadaan tetap diperlukan. Pengelola objek wisata di titik-titik rawan seperti Pantai Loang Baloq diminta untuk memanfaatkan sistem pengeras suara untuk memberikan imbauan keselamatan secara berkala kepada wisatawan.
Kerja Sama dengan BPBD
Meskipun ada usulan untuk mendirikan posko siaga khusus dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Cahya menilai hal tersebut belum menjadi prioritas mendesak saat ini. “Fenomena gelombang tinggi yang terjadi bukan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, melainkan oleh faktor super new moon, sebagaimana yang diinformasikan oleh BMKG,” tambahnya.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, Dinas Pariwisata Mataram berharap agar pengelola destinasi wisata dan masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga keselamatan dan ketertiban di area pantai. Keterlibatan masyarakat, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai, sangat krusial mengingat keterbatasan jumlah petugas yang ada.
Masyarakat diharapkan dapat memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak agar tetap aman saat menikmati keindahan pantai. “Partisipasi dari orang tua sangat penting demi keselamatan anak-anak mereka,” tegas Cahya.
Strategi Pengawasan yang Efektif
Pengawasan yang lebih intensif di sepanjang pesisir pantai harus didukung dengan strategi yang jelas. Dinas Pariwisata mengajak semua elemen untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung. Hal ini termasuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya gelombang tinggi dan cara mengambil langkah preventif.
Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Memberikan informasi yang jelas melalui papan petunjuk di lokasi-lokasi rawan.
- Melibatkan relawan untuk membantu mengawasi aktivitas pengunjung.
- Menyediakan pelatihan keamanan bagi pengelola objek wisata.
- Melakukan sosialisasi mengenai kondisi cuaca terkini.
- Menyiapkan alat komunikasi darurat di area pantai.
Kesimpulan dan Harapan
Dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Dinas Pariwisata Mataram, diharapkan risiko gelombang tinggi di pantai dapat diminimalisir. Keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama, dan kolaborasi antara pemerintah, pengelola objek wisata, serta masyarakat sangat diharapkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Kota Mataram, dengan keindahan alamnya, tetap menjadi destinasi menarik meski dengan tantangan yang ada. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan setiap pengunjung dapat menikmati pesona pantai dengan aman, tanpa harus khawatir akan risiko yang mengintai.
➡️ Baca Juga: Waspadai 6 Penyakit Umum Saat Musim Kemarau Panjang Liburan Anda
➡️ Baca Juga: Sinopsis Film One Battle After Another, Pemenang 6 Piala Oscar 2026 yang Patut Disaksikan
