Pentingnya Diskrining Jantung untuk Anak Difabel Secara Rutin dan Tepat Waktu

Diskrining jantung bagi anak-anak difabel merupakan langkah penting yang sering kali terabaikan. Terutama bagi anak-anak dengan autisme, yang mungkin tidak dapat mengungkapkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang mereka alami. Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan hal ini, Duta Rumah Autis, Marcella Zalianty, menekankan pentingnya perluasan cakupan layanan skrining jantung. Hal ini bertujuan agar anak-anak berkebutuhan khusus, yang memiliki keterbatasan dalam menyampaikan kondisi kesehatan mereka, dapat menerima perhatian medis yang mereka perlukan.

Pentingnya Skrining Jantung untuk Anak Difabel

Marcella menyoroti bahwa anak-anak dengan autisme sangat rentan terhadap masalah jantung. Mereka sering kali tidak dapat mengkomunikasikan gejala yang mereka alami, sehingga deteksi dini menjadi krusial. “Kita tidak bisa mengetahui apakah mereka mengalami masalah jantung, karena mereka tidak dapat menyampaikan keluhan,” ujarnya saat menghadiri acara skrining jantung yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Deteksi Dini Melalui Skrining

Melakukan skrining jantung secara rutin pada anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah langkah awal yang sangat penting. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. Kegiatan pemeriksaan jantung gratis yang diadakan oleh IDAI sangat bermanfaat bagi keluarga dengan anak penyandang disabilitas. Banyak dari mereka yang menghadapi kendala akses dan biaya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Manfaat Skrining Jantung Gratis

Marcella juga menekankan bahwa skrining jantung tidak selalu terjangkau. “Skrining seperti ini tidak murah, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan gratis sangat berarti bagi mereka,” imbuhnya. Ia berharap program layanan skrining gratis tidak hanya dilaksanakan di Jakarta tetapi juga diperluas ke berbagai daerah. Hal ini penting agar lebih banyak anak dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh akses terhadap pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Pentingnya Pelayanan di Daerah

Tidak hanya anak-anak di Jakarta yang membutuhkan pemeriksaan jantung, tetapi anak-anak di daerah juga harus memiliki akses yang sama. Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, juga menekankan pentingnya penyediaan layanan skrining jantung bagi anak-anak dengan disabilitas. “Sekitar setengah dari anak-anak dengan down syndrome memiliki kelainan jantung bawaan, sehingga sangat penting untuk melakukan skrining,” ungkapnya.

Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan

Dalam upaya meningkatkan akses anak-anak difabel terhadap pemeriksaan kesehatan, IDAI telah menyediakan layanan skrining echocardiography secara gratis. “Jika dilakukan secara mandiri, biaya bisa melebihi Rp1 juta, sementara untuk BPJS, antreannya sangat panjang,” jelas dr. Piprim. Oleh karena itu, upaya untuk menyediakan layanan yang terjangkau dan mudah diakses sangat penting bagi kesehatan anak-anak ini.

Infrastruktur yang Inklusif

Selain masalah kesehatan, infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam kehidupan penyandang disabilitas. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, mengungkapkan bahwa pembangunan trotoar harus memperhatikan akses bagi penyandang disabilitas. “Trotoar harus dibangun untuk semua pengguna, termasuk saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas,” katanya saat memimpin rapat mengenai penataan trotoar di beberapa lokasi di Medan.

Penataan Trotoar di Medan

Rico menambahkan bahwa pemerintah kota akan segera melakukan penataan trotoar di delapan ruas jalan di Kota Medan. Ia meminta agar setiap pengerjaan trotoar memiliki konsep yang matang dan memperhatikan segala aspek, termasuk kenyamanan bagi pengguna. “Trotoar bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Perhatian Terhadap Penyandang Disabilitas

Dengan memperhatikan aspek-infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas, diharapkan mereka dapat berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sekitar. “Kami mendorong berbagai upaya dalam mematangkan proses pembangunan tersebut,” tutup Rico. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak difabel dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan mandiri.

Secara keseluruhan, pentingnya diskrining jantung bagi anak difabel tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kesadaran yang lebih besar dan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, kita dapat memastikan bahwa anak-anak ini mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Mari bersama-sama mendukung upaya ini demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

➡️ Baca Juga: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Harus Diusut Tuntas Secara Menyeluruh

➡️ Baca Juga: Inter Milan Menang 5-2 atas AS Roma, Cristian Chivu Soroti Kembalinya Identitas Nerazzurri

Exit mobile version