PSIM Kalahkan PSM: Juku Eja Raih Kemenangan Perdana Meski Bermain dengan 10 Pemain

Dalam dunia sepak bola, sering kali kita menyaksikan momen-momen tak terduga yang membuat pertandingan semakin menarik. Salah satu contohnya adalah saat PSIM Yogyakarta menghadapi PSM Makassar di pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Di tengah tekanan yang tinggi, PSM berhasil meraih kemenangan perdana mereka dengan skor 2-1 meskipun harus berjuang dengan 10 pemain setelah kapten mereka, Dusan Lagator, diusir dari lapangan. Artikel ini akan membahas secara mendalam perjalanan pertandingan tersebut, analisis performa kedua tim, serta implikasi dari hasil ini untuk kelanjutan kompetisi.
Analisis Pertandingan: PSM vs PSIM
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, kedua tim menunjukkan semangat juang yang tinggi. Masing-masing tim berusaha keras untuk meraih kemenangan setelah awal musim yang kurang memuaskan. PSM, yang dikenal dengan sebutan Juku Eja, bertekad untuk bangkit setelah sebelumnya mengalami kekalahan telak dari PSS Sleman.
Babak Pertama: Pertarungan Ketat Tanpa Gol
Sejak peluit pertama dibunyikan, PSM langsung mengambil inisiatif permainan dengan melakukan tekanan ke pertahanan PSIM. Beberapa peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang baik membuat mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut. Luka Bulatovic, salah satu pemain kunci PSM, hampir membuka skor dengan tembakan dari dekat, tetapi kiper PSIM, Cahya Supriadi, berhasil menghalau upaya tersebut.
PSIM, yang juga berambisi untuk mencetak gol, tidak tinggal diam. Ezequiel Vidal membuat ancaman dengan tendangan bebas yang menguji ketangguhan kiper PSM, Muhammad Ardiansyah. Namun, babak pertama berakhir tanpa gol, dan kedua tim harus puas dengan skor 0-0.
Gol Pembuka dan Keunggulan PSM
Memasuki babak kedua, PSM akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-50. Gol pertama mereka dicetak oleh Fahrul Aditia, yang memanfaatkan umpan matang dari Luka Bulatovic. Tembakan mendatar Fahrul mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan PSM.
Kepercayaan diri PSM semakin meningkat, dan mereka menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Sebuah serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan silang yang sempurna dari Rizky Pratama, dan Stefan Jevtoski dengan sigap menyambut bola tersebut untuk mencetak gol kedua. Dengan keunggulan 2-0, PSM berada dalam posisi yang nyaman.
Kartu Merah yang Mengubah Dinamika Pertandingan
Namun, situasi berubah drastis ketika laga memasuki menit-menit akhir. Dusan Lagator, kapten PSM, menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap Nermin Haljeta. Keputusan wasit ini memaksa PSM untuk melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, yang tentu saja memberikan keuntungan bagi PSIM.
PSIM pun mendapatkan kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan melalui penalti yang dieksekusi oleh Ze Valente pada menit ke-82. Sepakan kaki kirinya berhasil mengecoh Ardiansyah, dan skor pun berubah menjadi 2-1. Dengan keunggulan jumlah pemain, PSIM berupaya keras untuk menyamakan kedudukan.
Tekanan PSIM dan Ketahanan PSM
Setelah gol tersebut, PSIM meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa peluang tercipta, termasuk sundulan Ezequiel Vidal yang memanfaatkan sepak pojok. Sayangnya, bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang, dan upaya tersebut gagal membuahkan hasil.
PSM, meskipun bermain dengan 10 pemain, menunjukkan pertahanan yang kokoh. Mereka berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi, menandakan berakhirnya pertandingan dengan skor 2-1. Kemenangan ini sangat berarti bagi PSM, terutama setelah hasil buruk di pertandingan sebelumnya.
Dampak Kemenangan bagi PSM dan PSIM
Kemenangan ini membuat PSM mengoleksi lima poin dan naik ke posisi ke-12 klasemen sementara. Ini menjadi dorongan penting bagi tim asuhan Darije Kalezic, yang sebelumnya harus menelan kekalahan 0-3 dari PSS Sleman. Sementara itu, bagi PSIM, kekalahan ini memperpanjang periode sulit mereka di awal musim, tetap terjebak di zona merah dengan hanya satu poin dari lima pertandingan yang telah dilalui.
Statistik Pertandingan dan Performa Pemain
Berikut adalah beberapa statistik penting dari pertandingan ini:
- Total tembakan PSM: 14
- Total tembakan PSIM: 10
- Possession PSM: 58%
- Possession PSIM: 42%
- Jumlah pelanggaran: PSM 12, PSIM 15
Performa individu pemain juga layak dicatat. Fahrul Aditia dan Stefan Jevtoski menjadi bintang lapangan dengan kontribusi gol mereka, sementara Dusan Lagator, meskipun mendapat kartu merah, menunjukkan kepemimpinan yang baik sebelum insiden tersebut.
Kesimpulan dan Harapan Kedepan
Kemenangan PSM atas PSIM adalah contoh nyata bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi, bahkan saat tim harus menghadapi tekanan besar seperti bermain dengan 10 pemain. Dengan hasil ini, PSM diharapkan dapat bangkit dan memperbaiki performa mereka di sisa musim. Sementara itu, PSIM perlu segera menemukan solusi untuk dapat keluar dari zona merah dan meraih kemenangan pertamanya di musim ini.
Melihat ke depan, kedua tim akan menghadapi tantangan yang lebih berat. PSM harus menjaga momentum positif, sedangkan PSIM perlu berbenah untuk menghindari hasil buruk yang berkepanjangan. Pertandingan ini bukan hanya tentang angka di papan skor, tetapi juga tentang mentalitas dan strategi yang diterapkan di lapangan. Semoga kedepan, kita akan terus menyaksikan pertandingan-pertandingan yang menarik dan tak terduga di BRI Super League.
➡️ Baca Juga: Wuling Luncurkan Mobil Listrik Inovatif untuk Kendaraan Pengantar Jenazah
➡️ Baca Juga: Harga Plastik Meningkat, Dampaknya Terhadap Pangan Menurut Bapanas




