— Paragraf 1 —
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoperasikan rute baru layanan Transjabodetabek dari kawasan Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai Kamis (12/3/2026). Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang hendak menuju bandara.
— Paragraf 2 —
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tarif perjalanan untuk rute tersebut masih dalam tahap perhitungan. Namun, pemerintah memperkirakan tarifnya tidak akan jauh berbeda dengan tarif transportasi umum yang berlaku saat ini.
— Paragraf 3 —
“Mengenai tiket itu berapa, saya belum putuskan, tapi nanti ada, sampai dengan Idul Fitri,” kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).
— Paragraf 4 —
Pramono menjelaskan tarif perjalanan kemungkinan berada di kisaran sekitar Rp3.500 per penumpang. Besaran tersebut masih mempertimbangkan beberapa titik pemberhentian yang akan dilalui selama perjalanan menuju bandara.
— Paragraf 5 —
Ia menyebut rute menuju Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki beberapa titik berhenti yang memerlukan perhitungan biaya operasional tambahan. Karena itu pemerintah masih melakukan kajian sebelum menetapkan tarif resmi bagi penumpang.
— Paragraf 6 —
“Kenapa? Karena ternyata untuk ke bandara itu ada tiga kali pemberhentian yang ada cost-nya juga,” ujar Pramono Anung.
— Paragraf 7 —
Meski begitu, ia memastikan layanan transportasi baru tersebut akan menjadi pilihan yang jauh lebih hemat dibandingkan moda transportasi lain. Pemerintah berharap rute ini dapat membantu masyarakat mengurangi biaya perjalanan menuju bandara.
— Paragraf 8 —
“Yang jelas pasti jauh lebih murah dibandingkan dengan naik transportasi yang lain maupun taksi,” kata Pramono Anung.
— Paragraf 9 —
Sementara itu Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan rute bus akan dimulai dari Blok M dan melintasi sejumlah kawasan utama di Jakarta. Bus kemudian akan melewati Jalan Sudirman, kawasan MPR/DPR, sebelum masuk ke jalan tol menuju bandara.
— Paragraf 10 —
Sepanjang perjalanan menuju bandara, bus juga akan berhenti di beberapa halte yang berada di pinggir jalan. Pemberhentian tersebut disiapkan untuk memudahkan penumpang naik dan turun tanpa harus masuk ke halte tengah seperti koridor utama Transjakarta.
— Paragraf 11 —
Welfizon mengatakan armada yang digunakan untuk rute ini adalah bus lantai rendah atau low entry. Desain bus tersebut dipilih agar penumpang lebih mudah membawa koper maupun barang bawaan.
— Paragraf 12 —
“Mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah,” kata Welfizon Yuza.
— Paragraf 13 —
Ia juga menjelaskan konsep halte pada rute ini disesuaikan dengan kebutuhan penumpang menuju bandara. Bus akan berhenti di halte yang berada di pinggir jalan sehingga akses keluar masuk kendaraan menjadi lebih praktis.
— Paragraf 14 —
“Halte berhenti di pinggir jalan, tidak terkoneksi di tengah,” ujar Welfizon Yuza.
➡️ Baca Juga: Pemeriksaan Angkutan Mudik Dan Tes Kesehatan Pengemudi – Video
➡️ Baca Juga: G7 Siap Lepas Cadangan Minyak Dunia untuk Redam Lonjakan Harga