Prioritaskan Keselamatan Perwira dalam Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja Secara Efektif

Jakarta – Dalam situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, PT. Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menunjukkan komitmennya untuk menjaga keselamatan perwira dengan mengatur relokasi 11 perwira dari Basra, Irak, dan 8 perwira lainnya dari Dubai, Uni Emirat Arab. Proses evakuasi yang dilakukan dari Basra menuju Jakarta memakan waktu hingga 14 hari, sebagian besar disebabkan oleh penutupan beberapa bandara internasional, termasuk yang ada di Kuwait City, Dubai, dan Doha. Situasi ini menggambarkan tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam menjaga keselamatan perwira di tengah eskalasi geopolitik.
Dampak Geopolitik Terhadap Operasional
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik yang terus berkembang memiliki dampak signifikan terhadap operasi yang dilakukan di Irak. “Alhamdulillah, berkat koordinasi yang efektif antara PIEP, PHE, Pertamina, serta dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara terkait, semua perwira dapat kembali dengan selamat,” ujarnya di Jakarta pada akhir pekan lalu.
Prioritas Utama Keselamatan Perwira
Syamsu Yudha, Direktur Utama PIEP, menegaskan bahwa keselamatan perwira adalah prioritas utama perusahaan. PIEP mematuhi seluruh prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta rencana kelangsungan bisnis (Business Continuity Plan/BCP) dengan disiplin. “Kami berkoordinasi secara teratur dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan berbagai otoritas terkait untuk memastikan perlindungan maksimal bagi semua personel,” tuturnya.
Prosedur dan Rencana Kontinjensi
Syamsu Yudha menambahkan pentingnya melakukan penilaian terhadap rencana kontinjensi untuk jalur evakuasi. Dengan adanya penutupan ruang udara atau air space, rencana ini akan sangat membantu dalam mempermudah proses evakuasi di masa yang akan datang.
Respons Cepat dalam Situasi Darurat
Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) dengan sigap mengaktifkan Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) segera setelah mendapat informasi mengenai serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain melakukan pemantauan yang intensif, PIREP juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad, Kuwait City, Riyadh, Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi perubahan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Proses Evakuasi yang Terencana
Perwira PIREP melakukan perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan di Safwan dan kemudian memasuki Kuwait. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Dammam, Arab Saudi.
Perjalanan Menuju Tanah Air
Setelah tiba di Dammam, seluruh personel melanjutkan perjalanan udara menuju Jeddah sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Sebagian dari mereka tiba di Jakarta pada tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru sampai pada tanggal 11 Maret 2026.
Penghargaan atas Tindakan Evakuasi
Proses evakuasi yang cepat dan efisien ini mendapatkan apresiasi dari para diaspora yang bekerja di perusahaan minyak lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina sangat mengutamakan keselamatan pekerjanya dalam situasi krisis.
Komunikasi dengan Keluarga Perwira
Selain fokus pada keselamatan personel, PIEP juga menjalin komunikasi dengan keluarga seluruh perwira PIREP untuk memberikan informasi terkini secara langsung. Perusahaan menyediakan saluran komunikasi hotline yang aktif 24 jam agar keluarga dapat memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.
Kesimpulan
PIEP menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keselamatan perwira dalam menghadapi tantangan dalam situasi geopolitik yang dinamis. Melalui koordinasi yang baik dan langkah-langkah yang terencana, perusahaan berhasil membawa pulang perwira-perwiranya dengan selamat. Langkah-langkah proaktif yang diambil PIEP tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai pemimpin dalam industri yang mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
➡️ Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Menolak Gelar Datuk Minangkabau: Mengulas Kriteria dan Penghargaan Adat
➡️ Baca Juga: Poco X8 Series Segera Meluncur Global 17 Maret, Indonesia Kapan?



