Polda Bali Siapkan 1.200 Personel untuk Aman Laksanakan Malam Pengerupukan di Denpasar

Denpasar, Bali, adalah pusat perayaan budaya yang kaya, dan salah satu momen paling dinanti adalah malam pengerupukan. Pada kesempatan ini, Polda Bali telah menyiapkan skenario pengamanan yang komprehensif untuk memastikan perayaan berjalan lancar dan aman. Dengan jumlah personel yang tidak sedikit, yaitu 1.200 orang, pihak kepolisian bertekad untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di tengah semaraknya kegiatan ini.
Penyebaran Personel untuk Pengamanan Malam Pengerupukan
Polda Bali telah mengerahkan sebanyak 965 personel yang ditugaskan khusus untuk mendukung pengamanan pawai ogoh-ogoh dalam rangka malam pengerupukan Tahun Saka 1948. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan aman dan tertib, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat seiring dengan perayaan tersebut.
Menghadapi Dua Momentum Keagamaan
Kepala Biro Operasi Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Soelistijono, menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat di Bali memiliki nuansa yang unik, mengingat berlangsungnya dua perayaan keagamaan besar, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Dalam apel kesiapan pasukan yang digelar di Mapolda Bali, beliau menegaskan pentingnya pengamanan yang menyeluruh, terutama pada malam pengerupukan.
“Kami akan mengamankan pawai ogoh-ogoh mulai sore hingga malam, dan mungkin hingga pagi hari,” ujarnya. Polda Bali akan memperkuat Polresta Denpasar di enam lokasi strategis untuk menjamin keamanan dan kelancaran semua aktivitas.
Titik-Titik Pengamanan Strategis
Pengamanan malam pengerupukan akan difokuskan pada enam titik utama, yang telah ditentukan untuk memastikan kehadiran personel di lokasi-lokasi krusial. Lokasi-lokasi tersebut adalah:
- Simpang Catur Muka
- Simpang Tohpati
- Simpang Cokroaminoto-Maruti
- Simpang Teuku Umar
- Simpang Kamboja-WR Supratman
- Simpang Pasar Sanglah
Dengan menempatkan personel di lokasi-lokasi strategis ini, Polda Bali berharap dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan.
Pentingnya Tanggung Jawab dan Laporkan Situasi
Dalam apel tersebut, Komisaris Besar Polisi Soelistijono juga mengingatkan kepada seluruh personel, baik yang terlibat dalam Operasi Ketupat maupun yang ditugaskan untuk pengamanan malam pengerupukan, untuk menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. Setiap perkembangan situasi yang terjadi harus dilaporkan secara berjenjang untuk memastikan respon yang cepat dan efektif.
“Kami mengharapkan semua anggota dapat menjaga sikap dan tutur kata yang baik, demi menjaga kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri,” imbuhnya.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pengamanan malam pengerupukan adalah pendekatan humanis. Personel diharapkan untuk tidak hanya bertindak sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Dalam hal ini, kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Jika ada permasalahan, lakukan pendekatan secara persuasif,” tegas Soelistijono. Ini mencerminkan komitmen Polri untuk menjaga hubungan positif dengan masyarakat, terutama saat perayaan keagamaan yang sarat dengan nilai budaya ini.
Sinergi dengan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menambahkan bahwa pengamanan malam pengerupukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan. Upaya ini juga bertujuan untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Bali yang beragam. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangatlah penting untuk mencapai keberhasilan dalam pengamanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan saling menghormati selama perayaan ini,” ujarnya. Melalui kolaborasi yang baik antara semua elemen, diharapkan malam pengerupukan dapat berlangsung dengan damai dan penuh makna.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama malam pengerupukan tidak bisa diabaikan. Masyarakat diharapkan untuk berkontribusi dengan cara:
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pawai dengan sikap tertib.
- Melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang.
- Menjaga sikap saling menghormati antar sesama peserta pawai.
- Mematuhi arahan dan petunjuk dari petugas keamanan.
- Menjadi teladan bagi orang lain dengan menunjukkan perilaku positif.
Dengan kesadaran dan kepedulian bersama, perayaan malam pengerupukan di Denpasar dapat berlangsung dengan aman dan penuh kebahagiaan.
Pentingnya Keberadaan Polri di Tengah Masyarakat
Kehadiran Polri selama momen-momen penting seperti malam pengerupukan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Dalam konteks ini, pendekatan humanis menjadi sangat penting. Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat. Kami juga berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga suasana agar tetap kondusif,” tutup Ariasandy. Dengan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, malam pengerupukan di Denpasar diharapkan dapat menjadi contoh perayaan yang damai dan harmonis di tengah keragaman budaya yang ada.
➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Tampil di Tunggu Aku Sukses Nanti, Syuting Tanpa Skenario
➡️ Baca Juga: AS Sementara Cabut Sanksi Terhadap Minyak Rusia untuk Stabilitas Pasar Energi

