Antisipasi Perbaikan Jembatan, ASDP Alihkan Sementara Rute Penyeberangan Bajoe-Kolaka ke Siwa-Kolaka: Layanan Tetap Optimal, Tarif Tak Berubah

<div>
<p><strong>Jakarta</strong> – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah proaktif dalam menjaga kualitas layanan penyeberangan dengan melakukan penyesuaian operasional. Mulai tanggal 1 April hingga 1 Juni 2026, lintasan penyeberangan Bajoe – Kolaka akan dialihkan sementara ke lintasan Siwa – Kolaka. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap rencana perbaikan struktur <em>movable bridge</em> (jembatan bergerak) di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe. Langkah antisipatif ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan dan memastikan kelancaran aktivitas penyeberangan selama masa perbaikan berlangsung.</p>
<p>Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur pelabuhan merupakan prioritas utama perusahaan. Menurutnya, kondisi <em>movable bridge</em> yang prima sangat krusial dalam menjamin keselamatan dan keamanan operasional kapal saat proses sandar. “Perbaikan <em>movable bridge</em> ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan infrastruktur pelabuhan. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi dan memberikan layanan penyeberangan yang terpercaya bagi masyarakat,” tegas Heru dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, Heru Widodo menekankan bahwa pengalihan lintasan ini telah melalui pertimbangan matang dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan kesinambungan layanan penyeberangan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. “Kami memahami bahwa penyesuaian ini mungkin menimbulkan sedikit ketidaknyamanan bagi sebagian pengguna jasa. Namun, kami meyakinkan bahwa pengalihan ini dilakukan demi kepentingan yang lebih besar, yaitu menjaga kualitas dan keamanan layanan penyeberangan secara berkelanjutan,” imbuhnya.</p>
<p>Keputusan pengalihan lintasan ini secara resmi tertuang dalam Surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026. Surat tersebut mengatur secara rinci pelaksanaan operasional penyeberangan selama masa perbaikan di Pelabuhan Bajoe. Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tarif penyeberangan pada lintasan Siwa – Kolaka akan tetap sama dengan tarif yang berlaku pada lintasan Bajoe – Kolaka. Dengan demikian, pengguna jasa tidak perlu khawatir akan adanya perubahan biaya perjalanan akibat pengalihan lintasan ini.</p>
<p>ASDP telah menyiapkan sejumlah armada kapal yang akan dioperasikan oleh operator swasta untuk melayani rute Siwa – Kolaka. Armada tersebut terdiri dari KMP Mishima, KMP Masagena, KMP Kota Bumi, KMP Permata NST, KMP Raja Dilaut, dan KMP Fais. Penambahan armada ini bertujuan untuk memastikan kapasitas layanan penyeberangan tetap memadai dan mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa selama masa pengalihan lintasan. Bahkan, KMP Kota Bumi diproyeksikan akan mulai memperkuat layanan pada minggu kedua Maret 2026, sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang menjelang periode perbaikan.</p>
<p>General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, untuk memastikan proses pengalihan lintasan berjalan lancar dan aman. “Kami menyadari bahwa kelancaran arus penyeberangan sangat penting bagi perekonomian wilayah. Oleh karena itu, kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir potensi gangguan dan memastikan layanan tetap berjalan optimal,” ujar Anom.</p>
<p>Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah pembatasan berat kendaraan maksimal 30 ton selama masa pengalihan lintasan. Pembatasan ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan operasional, mengingat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di sekitar Pelabuhan Siwa. Pengaturan jadwal operasional kapal serta pola perjalanan juga masih dalam tahap diskusi bersama seluruh pihak terkait, dengan tujuan untuk menciptakan pola operasi yang efektif dan efisien.</p>
<p>Anom Sedayu juga memaparkan data mengenai volume pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bajoe selama periode Januari 2025 hingga Februari 2026. Tercatat, lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu unit kendaraan telah memanfaatkan layanan penyeberangan di pelabuhan tersebut. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya peran Pelabuhan Bajoe dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi dan mendukung kelancaran arus logistik.</p>
<p>”Kami memahami bahwa Pelabuhan Bajoe memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai wilayah di Sulawesi. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan penyeberangan, bahkan selama masa perbaikan infrastruktur,” tegas Anom.</p>
<p>ASDP optimistis bahwa proses pengalihan lintasan ini dapat berjalan optimal berkat persiapan matang dan koordinasi solid dengan seluruh pemangku kepentingan. Pengalihan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelabuhan secara keseluruhan. Ke depan, penguatan fasilitas di Pelabuhan Bajoe diharapkan mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, berikut adalah rincian harga tiket penyeberangan yang berlaku (tarif belum termasuk biaya asuransi dan pas masuk pelabuhan):</p>
<p><strong>Informasi Harga Tiket</strong></p>
<ol>
<li><strong>Penumpang</strong>
<ul>
<li>Ekonomi Dewasa: Rp102.000</li>
<li>Ekonomi Anak: Rp9.600</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Kendaraan</strong>
<ul>
<li>Golongan I: Rp130.410</li>
<li>Golongan II: Rp255.300</li>
<li>Golongan III: Rp496.590</li>
<li>Golongan IV Penumpang: Rp1.792.525</li>
<li>Golongan IV Barang: Rp1.742.605</li>
<li>Golongan V Penumpang: Rp3.329.680</li>
<li>Golongan V Barang: Rp2.954.200</li>
<li>Golongan VI Penumpang: Rp5.646.305</li>
<li>Golongan VI Barang: Rp4.706.545</li>
<li>Golongan VII: Rp5.720.045</li>
<li>Golongan VIII: Rp8.052.905</li>
<li>Golongan IX: Rp11.914.405</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Dengan informasi yang lengkap dan persiapan yang matang, ASDP berharap pengguna jasa dapat memahami dan mendukung upaya perbaikan infrastruktur yang sedang dilakukan. ASDP berkomitmen untuk terus memberikan layanan penyeberangan yang terbaik bagi masyarakat, bahkan di tengah tantangan yang ada. Informasi lebih lanjut mengenai pengalihan lintasan ini dapat diperoleh melalui saluran komunikasi resmi ASDP atau menghubungi kantor cabang terdekat. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa adalah prioritas utama ASDP.</p>
</div>
➡️ Baca Juga: 6 Mobil Listrik Terbaik untuk Mudik Lebaran 2026 dengan Daya Jelajah Jauh dan Kenyamanan Maksimal
➡️ Baca Juga: 3 Benefit Masuk SMA Unggul Garuda Baru



