slot depo 10k
Beritakeamanan siberLiterasi DigitalPerlindungan Anak DigitalPratama PersadhaVerifikasi Usia

Pembatasan Usia Anak di Media Sosial: Ahli Soroti Kerentanan Mekanisme Verifikasi

Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengungkapkan pentingnya penerapan kebijakan yang membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap berbagai platform digital yang berisiko tinggi. Ia menekankan bahwa untuk mencapai tujuan perlindungan anak dengan efektif, perhatian serius harus diberikan pada mekanisme verifikasi usia pengguna.

Mekanisme verifikasi usia pengguna menjadi salah satu aspek yang sangat krusial. Selama ini, proses pendaftaran akun di media sosial sering kali hanya bergantung pada pernyataan usia yang diberikan oleh pengguna itu sendiri.

Pendekatan ini dianggap sangat rentan terhadap penyalahgunaan. “Anak-anak bisa dengan mudah mengisi tanggal lahir yang tidak sesuai dengan usia sebenarnya,” ujar Pratama saat dihubungi pada Senin (9/3/2026).

Tanpa adanya sistem verifikasi yang lebih kuat, pembatasan usia berisiko hanya menjadi peraturan administratif yang sulit untuk ditegakkan. “Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem verifikasi usia yang lebih handal melalui teknologi yang lebih canggih,” jelasnya.

Salah satu solusi yang mungkin dilakukan adalah dengan mengintegrasikan mekanisme ini dengan sistem identitas digital nasional, yang dapat membantu memastikan verifikasi usia dengan lebih akurat. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga bisa dimanfaatkan untuk menganalisis perilaku digital pengguna, pola interaksi, hingga fitur biometrik tertentu. “Pendekatan berlapis semacam ini telah mulai diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari strategi perlindungan anak di dunia digital,” tambahnya.

Kesiapan platform digital dalam menyesuaikan sistem operasional mereka dengan regulasi yang ada juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Penyelenggara layanan digital diharapkan dapat mengembangkan fitur perlindungan anak yang lebih menyeluruh.

Hal ini mencakup pengaturan privasi yang lebih ketat, pembatasan interaksi dengan pengguna anonim, serta sistem moderasi konten yang cepat tanggap terhadap risiko yang mungkin dihadapi anak-anak. “Komitmen dari platform teknologi global dalam melaksanakan kebijakan pembatasan usia merupakan faktor kunci bagi keberhasilan regulasi ini,” ungkap Pratama.

Selain aspek teknologi dan regulasi, Pratama juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Pengawasan yang lebih baik dari orang tua serta pemahaman keluarga mengenai risiko yang ada di ruang digital sangat diperlukan.

“Pengawasan orang tua dan pemahaman keluarga terkait risiko digital harus diperkuat agar anak-anak dapat menggunakan teknologi dengan lebih bijak,” katanya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang hanya mengandalkan regulasi tidak akan cukup efektif tanpa dukungan lingkungan sosial yang memadai.

➡️ Baca Juga: Anthropic Kembali Bernegosiasi dengan Departemen Pertahanan AS untuk Kerjasama Strategis

➡️ Baca Juga: Borneo FC Bidik Tiga Poin Penuh Melawan Persebaya untuk Rayakan Ulang Tahun ke-12 dan Posisi Runner-up

Related Articles

Back to top button