Tren Wisata Ramah Lingkungan Diprediksi Meningkat Signifikan di 2026

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata ramah lingkungan atau sustainable travel semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak perjalanan terhadap lingkungan dan komunitas setempat. Menyikapi fenomena ini, tiket.com meluncurkan inisiatif tiket Green yang bekerja sama dengan Artotel Group dan Rumah Atsiri Indonesia, bertujuan untuk menawarkan pengalaman perjalanan berkelanjutan yang lebih berarti. Memasuki tahun 2026, tiket Green akan mengusung konsep “akomodasi dengan pengalaman”, yang menekankan bahwa perjalanan tidak hanya sekadar tempat menginap, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat lokal.
Perubahan Paradigma dalam Pariwisata
Kesadaran akan pentingnya wisata berkelanjutan telah menjadi bagian integral dalam pola pikir para pelancong saat ini. Perjalanan kini tidak hanya dilihat sebagai kesempatan untuk bersenang-senang, tetapi juga sebagai cara untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Menurut laporan Travel Industry Outlook 2026 yang dirilis oleh tiket.com, sebanyak 63 persen wisatawan kini sudah mengenal konsep wisata ramah lingkungan, dan 67 persen di antaranya pernah memilih akomodasi yang menerapkan praktik berkelanjutan.
Motivasi di balik pilihan ini semakin kuat. Dari survei yang sama, terungkap bahwa 69 persen wisatawan ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, sedangkan 49 persen mendukung komunitas lokal. Selain itu, 41 persen pelancong mencari pengalaman yang lebih berarti selama perjalanan mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata berkelanjutan bukan sekadar trend, tetapi telah bertransformasi menjadi preferensi utama dalam industri pariwisata.
Keterlibatan Tiket.com dalam Wisata Berkelanjutan
Co-Founder dan Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengungkapkan ambisi perusahaan untuk menghadirkan lebih dari 8.000 pilihan akomodasi berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara hingga tahun 2025. “Melalui gerakan tiket Green, kami berupaya memperkuat peran kami dalam mendorong transformasi industri pariwisata menuju pendekatan yang lebih bertanggung jawab,” jelasnya saat konferensi pers di ARTOTEL Thamrin pada tanggal 22 April 2026.
Kolaborasi dengan Artotel Group menjadi contoh nyata penerapan praktik keberlanjutan dalam bisnis perhotelan. Beberapa properti dalam portofolio Artotel telah mengadopsi standar keberlanjutan, termasuk sertifikasi dari Global Sustainable Tourism Council.
Peran Artotel Group dalam Praktik Berkelanjutan
Dalam hal ini, Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya tren sesaat, tetapi merupakan komitmen jangka panjang dalam operasional hotel. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang tidak hanya memuaskan tamu, tetapi juga menjaga keberlangsungan lingkungan dan komunitas. Artotel Group telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan di kalangan pengunjung hotel mereka.
Pemberdayaan Komunitas Melalui Rumah Atsiri Indonesia
Rumah Atsiri Indonesia juga mengambil peran penting dalam mempromosikan wisata ramah lingkungan. Dengan pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal, mereka berusaha untuk memberikan pengalaman yang mendidik sekaligus menyenangkan bagi setiap pengunjung. Natasha Clairine, Director & Founder Rumah Atsiri, menyatakan bahwa pengalaman berkelanjutan perlu dirasakan secara langsung oleh pengunjung agar mereka lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Inisiatif dan Promo dalam Wisata Berkelanjutan
Sebagai bagian dari kampanye ini, tiket.com juga meluncurkan promo khusus dengan kode STAYGREEN yang berlaku dari 22 April hingga 3 Mei 2026. Promo ini menawarkan cashback hingga Rp400.000 untuk pemesanan akomodasi baik domestik maupun internasional. Melalui inisiatif tiket Green, tiket.com berupaya menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai pilihan utama bagi wisatawan, sekaligus mendorong praktik yang lebih bertanggung jawab dalam industri.
Faktor Penentu dalam Memilih Akomodasi Ramah Lingkungan
Ketika memilih akomodasi, wisatawan kini semakin mempertimbangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan keberlanjutan. Beberapa faktor ini meliputi:
- Standar keberlanjutan yang diadopsi oleh akomodasi
- Penggunaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan
- Kontribusi terhadap komunitas lokal melalui program pemberdayaan
- Inisiatif pengurangan limbah dan penggunaan energi terbarukan
- Pengalaman edukatif yang ditawarkan selama menginap
Mengapa Wisata Ramah Lingkungan Penting?
Wisata ramah lingkungan penting bukan hanya untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga untuk mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Ketika wisatawan memilih akomodasi yang berkomitmen pada keberlanjutan, mereka membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.
Selain itu, dengan menerapkan praktik berkelanjutan, industri pariwisata dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah yang baik, dan penggunaan sumber daya yang efisien adalah beberapa contoh langkah yang harus diambil oleh para pelaku industri untuk mendukung keberlanjutan.
Menjadi Wisatawan yang Bertanggung Jawab
Menjadi wisatawan yang bertanggung jawab berarti menyadari pilihan yang kita buat selama perjalanan. Ini mencakup pemilihan akomodasi yang ramah lingkungan, menghormati budaya lokal, dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi wisatawan yang lebih bertanggung jawab:
- Pilih akomodasi yang memiliki sertifikasi keberlanjutan
- Dukung produk lokal dan bisnis kecil di tujuan wisata
- Minimalkan penggunaan plastik dan sampah selama perjalanan
- Berpartisipasi dalam kegiatan konservasi atau program sukarela
- Pelajari tentang budaya dan tradisi lokal untuk menghormati masyarakat setempat
Masa Depan Wisata Ramah Lingkungan
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang sadar akan dampak perjalanan mereka, masa depan wisata ramah lingkungan tampak cerah. Diperkirakan bahwa pada tahun 2026, tren ini akan semakin meningkat, dan lebih banyak destinasi akan beradaptasi untuk memenuhi permintaan ini. Selain itu, inovasi dalam teknologi dan praktik keberlanjutan akan terus berkembang, memberikan lebih banyak pilihan bagi para pelancong yang ingin melakukan perjalanan dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Oleh karena itu, penting bagi para pelaku industri pariwisata untuk terus berinvestasi dalam praktik berkelanjutan dan memberikan edukasi kepada wisatawan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, kita dapat menciptakan masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
➡️ Baca Juga: Novak Djokovic Mundur dari Miami Open Akibat Cedera Bahu yang Mengganggu Performanya
➡️ Baca Juga: Indonesia dan Jepang Perkuat Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Indo-Pasifik




