UMKM Pariaman Tingkatkan Kualitas Melalui Sinergi Pemkot dan BBPOM

Dalam era globalisasi saat ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di Kota Pariaman, dihadapkan pada tantangan yang cukup besar untuk meningkatkan daya saing produk mereka. Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Kota Pariaman bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang telah menjalin sinergi yang kuat. Kerjasama ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk mereka sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

Sinergi Antara Pemkot dan BBPOM

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BBPOM merupakan langkah strategis dalam pengembangan kapasitas UMKM. “Kami akan terus melakukan kerjasama dengan BBPOM di Padang untuk mendukung UMKM naik kelas serta dalam hal pengawasan obat dan makanan yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan di Pariaman, Sumatera Barat.

Kerjasama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga memastikan bahwa produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM aman untuk dikonsumsi. Dengan dukungan dari BBPOM, UMKM diharapkan dapat memenuhi standar kualitas yang diperlukan untuk bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar global.

Pentingnya Peningkatan Kualitas Produk

Peningkatan kualitas produk merupakan langkah penting bagi pelaku UMKM di Pariaman. Yota Balad mengungkapkan, “Mewujudkan UMKM-UMKM Kota Pariaman naik kelas sangat penting agar mereka lebih termotivasi dalam meningkatkan kualitas produk mereka.” Dengan adanya motivasi ini, diharapkan pelaku usaha tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tetapi juga dapat merambah ke pasar internasional.

Untuk mencapai hal tersebut, Pemkot Pariaman berkomitmen untuk mendukung semua program yang dijalankan oleh BBPOM, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas jangkauan pasar.

Statistik dan Potensi UMKM di Pariaman

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurinia Illahi, menyatakan bahwa jumlah pelaku UMKM di daerah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 13 ribu hingga akhir tahun 2025. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah pada tahun 2026, seiring dengan banyaknya pelaku UMKM baru yang muncul serta program pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Namun, saat ini banyak pelaku UMKM yang masih beroperasi secara lokal, sehingga mereka hanya mengandalkan perputaran uang di dalam daerah. Deddy berharap bahwa pelaku UMKM di Pariaman bisa menjadi pengusaha yang mampu memasarkan produk mereka ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Hal ini tentu akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian lokal.

Keberhasilan UMKM Naik Kelas

Kepala BBPOM di Padang, Irwan, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lima UMKM di Pariaman yang telah berhasil naik kelas. Salah satu contohnya adalah Abrofood, yang dikenal dengan produk bumbu olahan rendang instan. “UMKM yang kita harapkan bisa naik kelas tentu saja UMKM yang berkaitan dengan obat dan makanan, apakah itu obat tradisional, kosmetik, dan pangan olahan,” jelasnya.

Saat ini, jenis UMKM yang paling banyak berkembang di Pariaman adalah yang bergerak di bidang olahan mi dan bumbu rendang. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan produk lokal yang berkualitas.

Motivasi dan Pendampingan untuk Pelaku Usaha

Irwan juga menambahkan bahwa penting bagi Pemkot Pariaman untuk mendorong pelaku usaha agar terus naik kelas. Motivasi dan pendampingan yang tepat sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas usaha mereka. “Kami berharap Pemkot Pariaman dapat mendorong pelaku usaha yang telah naik kelas untuk memenuhi dan menjalankan peraturan yang berlaku agar kualitas dan keamanan produknya dapat dipertahankan,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah serta upaya peningkatan kapasitas, diharapkan lebih banyak pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Strategi Pengembangan UMKM di Pariaman

Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa strategi perlu diimplementasikan, antara lain:

Setiap strategi ini akan menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM di Pariaman. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan pelaku UMKM dapat berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Peran Pemerintah dalam Mendorong UMKM

Pemerintah Kota Pariaman memiliki peran yang sangat vital dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Melalui berbagai program dan kebijakan, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengusaha lokal. Selain itu, kerjasama dengan lembaga seperti BBPOM menjadi kunci untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan.

Dalam upaya tersebut, Pemkot juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi produk kepada pelaku UMKM. Sertifikasi ini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam pemasaran produk.

Tantangan yang Dihadapi oleh UMKM

Meskipun ada banyak potensi, pelaku UMKM di Pariaman masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Dengan sinergi yang baik, pelaku UMKM dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Kesimpulan

Sinergi antara Pemerintah Kota Pariaman dan BBPOM di Padang merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas UMKM. Dengan dukungan yang tepat dan komitmen untuk terus berkolaborasi, pelaku UMKM di Pariaman diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga berpeluang untuk memasuki pasar internasional.

➡️ Baca Juga: Gempa Bitung Mengguncang Manado, Dua Korban Terluka Dilaporkan Dalam Insiden Ini

➡️ Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sumber Tetap Stabil, Simak Video Terbarunya

Exit mobile version