Yayasan Bulir Padi dan UniKa Atma Jaya Resmikan Program Kewirausahaan Sosial untuk Masyarakat

Yayasan Bulir Padi (YBP) bersama Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FBIS Atma Jaya) telah menginisiasi Program Kewirausahaan Sosial YBP. Program ini dirancang untuk berlangsung dalam sepuluh sesi pembekalan antara September hingga November 2026, diikuti oleh 25 anak muda dari kelompok binaan YBP yang berstatus SMA/SMK/sederajat. Mereka berasal dari tiga wilayah dampingan yang mencakup Palmerah (Jakarta Barat), Marunda (Jakarta Utara), dan Bidara Cina (Jakarta Timur).

Tantangan Ketenagakerjaan bagi Kaum Muda

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka di kalangan pemuda berusia 15 hingga 24 tahun mencapai 17,37%, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran nasional yang hanya 4,65%. Sementara itu, sekitar 19,44% anak muda Indonesia tercatat dalam kategori NEET (Not in Employment, Education, and Training). Meski Jakarta memiliki tingkat kemiskinan resmi yang rendah, yakni 4,03%, rasio gini di wilayah ini mencapai 0,435, menunjukkan ketimpangan yang signifikan dan mencerminkan kesenjangan akses ekonomi yang masih ada di masyarakat.

Kesulitan yang Dihadapi Masyarakat Rentan

Kaum muda yang berada dalam keadaan prasejahtera, khususnya yang berasal dari komunitas rentan, sering kali mengalami berbagai keterbatasan. Akses terhadap pendidikan, kesempatan kerja, dan peluang untuk mengembangkan potensi diri menjadi tantangan yang nyata. Situasi ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga memperburuk berbagai masalah sosial yang ada di lingkungan mereka.

Inisiatif Program Kewirausahaan Sosial YBP

Program Kewirausahaan Sosial YBP hadir sebagai respons terhadap tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi anak muda di Indonesia, terutama mereka yang berasal dari komunitas prasejahtera. Dalam program ini, prinsip-prinsip Green Economy dan Circular Economy diterapkan dalam merancang usaha bagi para peserta. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, memperpanjang siklus penggunaan material, dan menciptakan nilai tambah melalui inovasi yang ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat terbentuk model usaha yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Pentingnya Kewirausahaan Sosial

Tia Sutresna, Ketua Yayasan Bulir Padi, menekankan bahwa “kewirausahaan sosial adalah salah satu strategi yang paling efektif untuk membuka peluang ekonomi dan menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan bagi anak muda binaan kami. Dengan pendekatan ini, anak-anak binaan dan alumni YBP dilengkapi dengan kemampuan untuk membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.”

Community-Based Social Entrepreneurship

Program ini mengadopsi pendekatan Community-Based Social Entrepreneurship. Setiap kelompok peserta dibentuk berdasarkan komunitas asal mereka, sehingga ide usaha yang dikembangkan berasal dari kebutuhan masyarakat, potensi lokal, serta isu-isu lingkungan yang relevan. Sebagai yayasan yang mengedepankan pengembangan karakter, program ini juga mencerminkan rasa tanggung jawab dan kesadaran kewarganegaraan yang diharapkan dapat menumbuhkan jiwa empati dan kepedulian sosial di kalangan anak muda.

Pembekalan yang Komprehensif

Penerima manfaat program akan mengikuti rangkaian pembekalan yang dirancang oleh YBP bekerja sama dengan FBIS Atma Jaya. Materi yang akan disampaikan mencakup pengantar kewirausahaan sosial, pemetaan komunitas dan potensi wilayah, prinsip Green Economy dan Circular Economy, design thinking, penyusunan Business Model Canvas, serta penyusunan Social Business Plan. Rangkaian sesi akan diakhiri dengan pitching Social Business Plan pada tanggal 28 November 2026, di mana perwakilan pemangku kepentingan komunitas akan dilibatkan sebagai panelis juri, bersama dengan YBP, FBIS Unika Atma Jaya, dan PT Lautan Luas Tbk (LTLS) yang turut mendanai program ini serta menyediakan seed funding untuk pemenang.

Peran PT Lautan Luas dalam Program

Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG di PT Lautan Luas, Tbk. menegaskan komitmen perusahaan terhadap generasi muda. “Kami percaya bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan, agar mereka dapat mengembangkan usaha yang mandiri, layak secara ekonomi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Lautan Luas untuk mendorong penerapan prinsip green economy dan circular economy sejak dini. Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi wirausahawan, tetapi juga agen perubahan yang dapat menghadirkan inovasi berkelanjutan dan mewujudkan semangat ‘Bettering Your World’.”

Peran FBIS Atma Jaya dalam Pembekalan

FBIS Atma Jaya berkontribusi dalam menyusun materi pelatihan, menyediakan dosen dan praktisi sebagai pemateri, serta memfasilitasi diskusi interaktif. Mereka juga bertindak sebagai evaluator dalam sesi pitching dan memberikan umpan balik terhadap proposal usaha peserta. “Kolaborasi ini merupakan kesempatan bagi kampus untuk menghadirkan ilmu kewirausahaan sosial secara langsung kepada anak muda dari komunitas prasejahtera dampingan Yayasan Bulir Padi. Ini juga mendorong keterlibatan aktif dosen sebagai pemateri dan juri, serta mahasiswa sebagai mentor dalam pembuatan social business plan,” jelas Benedicta E.P, SE., MM., Sekretaris Prodi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya.

Komitmen Yayasan Bulir Padi dalam Pemberdayaan Masyarakat

Program Kewirausahaan Sosial ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Bulir Padi dalam memberdayakan anak muda prasejahtera. Sejak berdiri, YBP telah melayani lebih dari 1.800 penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan. Dimulai dari Palmerah pada tahun 2002, area operasional Yayasan kemudian berkembang ke Bidara Cina (2015), Marunda (2021), Kramat Jati (2024), hingga Tangerang pada tahun 2026. Perjalanan lebih dari dua dekade ini menunjukkan dedikasi YBP untuk tumbuh bersama komunitas yang mereka layani.

Kesimpulan

Melalui Program Kewirausahaan Sosial YBP, diharapkan akan tercipta generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan wirausaha, tetapi juga kesadaran sosial yang tinggi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan perusahaan, langkah ini dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya bagi mereka yang berasal dari latar belakang prasejahtera.

➡️ Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Viral Bermanfaat Untuk Mempelajari Bahasa Asing Secara Cepat Dan Seru

➡️ Baca Juga: Wamenkum Elaborasi Pasal Penghinaan Presiden KUHP: Fungsi Penting dalam Mencegah Konflik Sosial

Exit mobile version