slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Wamenekraf Dorong Desainer Tingkatkan Kompetensi dan Kembangkan Bisnis di Era AI

Jakarta – Dalam era industri kreatif yang semakin kompleks, para desainer dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih luas. Keahlian visual semata tidak cukup; mereka perlu menguasai teknologi terbaru, strategi bisnis, tren pasar, dan perilaku konsumen. Hal ini penting untuk menciptakan karya yang relevan, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pentingnya Kompetensi yang Luas dalam Desain

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan industri kreatif saat ini menuntut desainer untuk memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar keterampilan artistik. Desainer perlu memahami berbagai aspek, termasuk kecerdasan buatan (AI), bisnis, kepemimpinan, serta kekayaan intelektual dan budaya.

Penguatan Kompetensi di Lingkungan Kampus

Irene menekankan bahwa penguatan kompetensi para desainer harus dimulai dari lingkungan pendidikan tinggi. Kampus seharusnya menjadi tempat di mana mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan serta ruang untuk menguji gagasan, melakukan eksperimen, dan berinovasi.

“Kampus harus berfungsi sebagai ‘sandbox’, yaitu ruang aman di mana mahasiswa dapat bertanya tanpa batas, membuat prototipe meskipun gagal, dan mencoba ide-ide baru tanpa takut dihakimi,” jelas Irene dalam keterangannya di Jakarta.

Menciptakan Karya dengan Nilai Ekonomi

Menurut Irene, kemampuan para desainer untuk menciptakan karya yang tidak hanya estetik namun juga memiliki nilai ekonomi sangatlah krusial. Karya-karya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta industri.

Pengalaman bereksperimen, termasuk menghadapi kegagalan, juga merupakan bagian penting dalam proses pembentukan talenta kreatif yang mampu beradaptasi dengan perubahan di industri.

Kompetensi yang Harus Dikuasai oleh Desainer Masa Depan

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, ada beberapa kompetensi yang perlu dikuatkan bagi talenta kreatif masa depan, antara lain:

  • Pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI literacy)
  • Kepemimpinan dan pemikiran sistemik
  • Kesiapan terhadap kekayaan intelektual (IP readiness)
  • Kecerdasan budaya (cultural intelligence)
  • Desain dengan dampak sosial (designing impact)

“Desain seharusnya dapat berperan lebih luas, tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga memahami berbagai permasalahan, merumuskan solusi, menjembatani berbagai perspektif, serta menciptakan dampak yang relevan bagi masyarakat dan industri,” tambahnya.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Disiplin

Irene juga mendorong para desainer untuk terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi lintas disiplin. Penguatan kompetensi dan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Program MODB (Master of Design BINUS) yang akan diadakan pada 19-22 Agustus 2026.

Program MODB akan menghadirkan tiga kegiatan utama, yaitu MODB Thesis Exhibition, MODB Innovation Talks, dan MODB Design Dealing Room.

MODB: Ruang Pertemuan Gagasan dan Inovasi

Dr. Ferric Limano, Kepala Departemen Program Magister Desain BINUS, menyatakan bahwa MODB dirancang sebagai platform yang menghubungkan gagasan dan inovasi desain dengan masyarakat serta industri.

Selain itu, rangkaian Innovation Talks akan menghadirkan perspektif dari berbagai praktisi, investor, dan perwakilan pemerintah, termasuk CEO WIR Group, Stephen Ng, dan investor serta Corporate Venture Builder, Richie Wirjan.

Desain Beretika dan Kolaboratif

Ferric menegaskan bahwa untuk mencapai keberhasilan di bidang desain, dibutuhkan teknologi yang beretika, pemahaman bisnis yang solid, serta kolaborasi lintas disiplin. Hal ini penting agar desain dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, desainer yang memiliki kompetensi yang luas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang AI, akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Mereka tidak hanya akan menjadi penghasil karya, tetapi juga pemecah masalah yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

➡️ Baca Juga: Sequis Shepreneur Tingkatkan Wirausaha Perempuan Melalui Penguatan Manajemen Keuangan

➡️ Baca Juga: Meme Leon One-Liner Membanjiri Komunitas Resident Evil Requiem Secara Viral

Related Articles

Back to top button