DeadSquad-Jasad-Death Vomit Teruskan Sisa Tur Eropa Setelah Pengalaman Negatif dengan Promotor

Musim panas 2026 menjadi momen yang penuh tantangan bagi tiga band ekstrem asal Indonesia, yaitu DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit. Setelah membuka rangkaian deadsquad tur eropa di Dublin, Irlandia, pada 15 Agustus, mereka menghadapi situasi yang tidak terduga. Dua pertunjukan yang direncanakan di Cork dan London pada 16-17 Agustus terpaksa dibatalkan akibat ketidakpastian dari promotor, Diablo Productions, yang gagal memenuhi komitmen terkait venue, transportasi, dan akomodasi. Bahkan, venue untuk konser di London tidak pernah dipesan sama sekali. Kendala ini memaksa mereka untuk berpikir cepat demi kelangsungan tur yang telah direncanakan dengan matang.
Melanjutkan Tur Meski Terhalang
Meskipun mengalami situasi sulit, bassist Jasad, Yuli, menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan deadsquad tur eropa di negara-negara lain sesuai jadwal. Mereka bersiap untuk berangkat ke Belanda untuk tampil pada 20 Agustus. Yuli menyampaikan keyakinannya melalui pesan singkat, “InsyaAllah, besok kita mulai tur di Eropa hingga 5 September.” Unggahan di media sosial pun menunjukkan kesiapan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Gitaris DeadSquad, Stevie Item, bahkan memperlihatkan momen ketika mereka berada di Bandara Dublin, sementara vokalis Jasad, Popo Puji, mengunggah video momen persiapan berangkat ke bandara.
Menghadapi Tantangan dengan Semangat
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Yuli menjelaskan bahwa ketiga band tersebut menggunakan promotor yang berbeda untuk setiap pertunjukan di Eropa. “Kami memiliki dua promotor: Diablo Production untuk Irlandia dan Inggris, serta DF Booking untuk Eropa,” ungkapnya. Dengan demikian, masalah yang terjadi di Irlandia dan Inggris tidak memengaruhi jadwal mereka di negara-negara Eropa lainnya. “Kami sudah memastikan bahwa segalanya aman untuk pertunjukan di Eropa,” imbuhnya optimis.
Terpukul Namun Tetap Berjuang
Setelah ditinggal promotor, rombongan yang terdiri dari 16 orang tersebut terpaksa terdampar di Dublin. Tanpa akomodasi yang memadai, mereka harus menghadapi cuaca dingin dan ketidakpastian mengenai kelanjutan tur. Dalam keadaan kritis ini, para musisi dan kru berusaha mencari solusi secara mandiri agar perjalanan mereka dapat berjalan sesuai rencana. Keberuntungan berpihak pada mereka ketika sejumlah diaspora Indonesia di Irlandia menawarkan bantuan. Salah satu di antaranya, Ailsa Dempsey, bahkan menampung seluruh personel dan kru di kediamannya.
Inisiatif Komunitas Indonesia di Irlandia
Ailsa tidak hanya memberikan tempat tinggal sementara bagi para musisi, tetapi juga menginisiasi penggalangan dana melalui platform GoFundMe dengan judul “Help DeadSquad, Jasad & Death Vomit Reach Eindhoven” pada 17 Agustus. Inisiatif ini berhasil menarik perhatian banyak orang dan dalam waktu singkat, berhasil mengumpulkan 5.557 euro, setara dengan Rp114 juta. Dana tersebut sangat membantu ketiga band tersebut untuk melanjutkan deadsquad tur eropa mereka.
Strategi Membangun Dukungan
Seiring berjalannya waktu, Stevie Item menyatakan bahwa saat ini mereka tidak lagi membuka donasi langsung untuk masyarakat Indonesia yang ingin memberikan dukungan. Untuk itu, mereka mengajak penggemar untuk memberikan dukungan dengan membeli merchandise kolaborasi antara DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit yang dirilis khusus untuk deadsquad tur eropa ini. Langkah ini tidak hanya membantu mereka secara finansial, tetapi juga meningkatkan keterlibatan penggemar dengan musik mereka.
Rencana Selanjutnya di Eropa
Ketiga band ini dijadwalkan mengunjungi beberapa kota di Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss dari 20 Agustus hingga 5 September 2026. Dengan semangat dan dukungan dari komunitas, mereka bertekad untuk memberikan penampilan terbaik meskipun telah melalui kesulitan yang tidak terduga. Setiap pertunjukan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan dedikasi dan cinta mereka terhadap musik, serta menghargai dukungan yang datang dari penggemar dan komunitas.
- Penampilan di Belanda pada 20 Agustus.
- Jadwal tur berlanjut hingga 5 September di beberapa negara Eropa.
- Pembelian merchandise sebagai bentuk dukungan kepada band.
- Inisiatif penggalangan dana yang sukses dari diaspora Indonesia.
- Komitmen untuk memberikan pertunjukan optimal meskipun menghadapi tantangan.
Saat mereka melanjutkan perjalanan ini, tantangan yang dihadapi menjadi pelajaran berharga bagi ketiga band tersebut. Kerjasama dan solidaritas dari komunitas menjadikan pengalaman ini semakin berarti. Dengan semangat yang tak kunjung padam, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit siap untuk menggebrak panggung Eropa dan membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata dalam industri musik ekstrem.
➡️ Baca Juga: Kemenperin Dorong Penguatan Industri Kendaraan Niaga untuk Dominasi Pasar Domestik
➡️ Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Smartwatch Garmin Ideal untuk Penggunaan Sehari-hari, Bukan Hanya untuk Atlet




