
Musim kemarau yang semakin parah telah memaksa para petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengeluarkan biaya tambahan guna menjaga lahan pertanian mereka tetap berproduksi. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi sektor pertanian yang merupakan salah satu pilar ketahanan pangan daerah.
Pentingnya Dukungan Pemerintah bagi Petani
Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi yang dihadapi oleh para petani. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh membiarkan petani berjuang sendirian menghadapi ancaman kekeringan. Sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ketahanan pangan, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Petani tidak seharusnya menanggung beban ini seorang diri. Mereka sudah berupaya keras untuk menjaga produktivitas lahan, namun untuk mendapatkan air saja, mereka harus merogoh kocek pribadi,” ujar Mahdi dalam sebuah pernyataan di Ngamprah pada 2 September 2026.
Masalah Infrastruktur Pengairan
Kondisi ini menunjukkan adanya masalah yang mendasar dalam dukungan infrastruktur pengairan di wilayah KBB. Mahdi menyoroti bahwa ketersediaan sarana pengairan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan para petani. Untuk itu, langkah-langkah konkret sangat dibutuhkan agar petani tidak terus-menerus berada dalam situasi yang sulit.
“Jika masalah air terus berulang setiap musim kemarau, ini adalah sinyal bahwa ketahanan pangan kita sedang dalam kondisi terancam. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata, bukan hanya membiarkan petani mencari jalan keluar sendiri,” tegasnya.
Langkah Konkrit untuk Membantu Petani Terdampak
Mahdi juga meminta Pemkab Bandung Barat untuk segera menyiapkan langkah-langkah konkret dalam memberikan bantuan kepada petani yang terkena dampak kemarau. Menurutnya, penanganan darurat sangat penting saat ini.
Ia mendorong Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera menyalurkan berbagai bentuk bantuan seperti:
- Pompa air untuk meningkatkan aksesibilitas sumber air
- Bahan bakar bersubsidi, baik solar maupun bensin, untuk mendukung operasi pompa air
- Tandon air untuk menampung air di daerah yang mengalami kekeringan
- Bantuan teknis untuk pengelolaan sumber daya air
- Informasi dan pelatihan tentang teknik pertanian yang lebih efisien
“Jangan menunggu sampai gagal panen terjadi. Bantuan harus diberikan saat tanda-tanda ancaman kekeringan mulai dirasakan oleh petani,” tambahnya dengan tegas.
Pembenahan Infrastruktur untuk Solusi Jangka Menengah
Selain bantuan darurat, Mahdi juga menekankan pentingnya percepatan pembenahan infrastruktur pengairan sebagai solusi jangka menengah. Ia merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti normalisasi saluran irigasi tersier dan pembangunan embung serta dam parit di area yang rentan terhadap kekeringan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian dan membantu petani dalam menjaga produksi mereka. Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan petani tidak lagi terbebani oleh biaya tambahan yang tinggi untuk mendapatkan air.
Komitmen Jangka Panjang untuk Ketahanan Air
DPRD KBB juga berkomitmen untuk mengawal pengalokasian anggaran khusus dalam memperkuat ketahanan air di sektor pertanian. Mahdi menekankan bahwa ketahanan air harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan daerah.
“Irigasi adalah tulang punggung pertanian di KBB. Oleh karena itu, pembenahan infrastruktur harus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis,” ujarnya. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan para petani dapat kembali berfokus pada produksi tanpa harus terbebani oleh masalah kekeringan.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Petani
Selain perhatian dari pemerintah, dukungan dari masyarakat juga sangat penting. Kesadaran akan pentingnya membantu petani yang terkena dampak kemarau dapat menciptakan solidaritas yang lebih kuat di antara warga. Beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat antara lain:
- Mendukung produk lokal untuk meningkatkan pendapatan petani
- Berpartisipasi dalam program-program yang mendukung ketahanan pangan
- Memberikan informasi dan edukasi tentang praktik pertanian yang berkelanjutan
- Mendukung kebijakan yang berpihak pada pertanian lokal
- Menjalin kerja sama dengan petani untuk meningkatkan efisiensi produksi
Dengan mengedukasi diri dan berkontribusi secara aktif, masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para petani. Ini adalah langkah penting dalam memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah.
Kesimpulan
Pentingnya dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap petani yang terkena dampak kemarau tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan petani di KBB dapat terus berproduksi dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah. Melalui kerjasama yang solid, kita dapat memastikan bahwa para petani tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang meski dalam kondisi yang sulit.
➡️ Baca Juga: Panduan Latihan Kebugaran Efektif untuk Meningkatkan Stamina Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pasca Gempa di NTT untuk Masyarakat



