Pesona Wastra dan Kuliner Lokal Capai Omzet Rp177,2 Miliar di KKI 2026, Meningkat Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Jakarta – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali hadir dengan menampilkan produk-produk unggulan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” KKI 2026 menjadi platform bagi pelaku UMKM untuk memamerkan inovasi dan kreativitas mereka. Dengan total 260 booth, lebih dari 550 UMKM berpartisipasi secara offline, sementara sekitar 1.300 UMKM berpartisipasi secara online.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan peran krusial UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa. Ia menyampaikan bahwa UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sebagian besar tenaga kerja di Indonesia. “Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik global, kita perlu memperkuat kolaborasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan,” ujarnya dalam pembukaan KKI 2026 yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Menyoroti Tema #BeudayaMeusareSare
Destry menjelaskan bahwa tema KKI 2026, #BeudayaMeusareSare, berasal dari bahasa Aceh. Kata ‘Beudaya’ berarti berdaya, bangkit, dan mandiri, sementara ‘Meusare-sare’ menggambarkan semangat gotong royong dan persatuan. Tema ini sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk membantu UMKM agar mampu bersaing di kancah global melalui kolaborasi yang kuat.
Sinergi untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM
Untuk mewujudkan tema tersebut, Bank Indonesia berkolaborasi dengan 27 Kementerian dan 34 mitra strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi. Inisiatif ini mencakup akses pembiayaan, digitalisasi, inovasi, serta perluasan akses pasar dan ekspor. “Kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berdaya saing,” tambah Destry.
Aceh sebagai Sorotan Utama
Pada KKI 2026, Provinsi Aceh diangkat menjadi fokus utama acara. Pemilihan Aceh didasarkan pada keinginan untuk memulihkan UMKM dan perekonomian lokal pasca bencana banjir bandang yang melanda. “Kami berharap dengan mengangkat Aceh, semangat dan mental para pelaku UMKM di daerah ini bisa kembali bangkit,” jelas Destry.
KKI 2026: Momentum Kebangkitan UMKM Aceh
UMKM dari Aceh memanfaatkan KKI 2026 sebagai kesempatan untuk menunjukkan kebangkitan mereka setelah bencana. Salah satu contoh yang menonjol adalah kelompok Tenun Bungong Jaroe, pengrajin tenun dari Desa Peulalu, Aceh Timur. Mereka telah berhasil mengemas wastra khas daerah dengan sentuhan estetika yang tinggi berkat dukungan dari Bank Indonesia. “Kami mendapatkan bantuan alat tenun dan pelatihan dari BI sejak tahun 2020,” ungkap Khairiah, salah satu anggota kelompok tersebut.
Kelompok Bungong Jaroe berkomitmen untuk memperkenalkan tenun khas Aceh Timur kepada publik yang lebih luas. “Kami ingin agar kain Tenun Bungong Jaroe dikenal tidak hanya di Aceh, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Pameran
KKI 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk UMKM, tetapi juga menjadi platform interaksi yang melibatkan pelaku UMKM. “KKI adalah puncak dari sebuah selebrasi, di mana kami mengadakan seminar, sesi interaktif, dan business matching yang melibatkan investor dan agregator,” jelas Agung Kurniawan, Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia.
Rangkaian Kegiatan Inspiratif
Selama empat hari, KKI 2026 menyajikan 44 kegiatan yang beragam, antara lain:
- Seminar Nasional dan Talkshow Tematik untuk membahas isu-isu strategis terkait UMKM.
- Pelindungan Kekayaan Intelektual (HAKI) bersama DJKI dan Kemenekraf.
- Inklusi perempuan berbasis gender dengan KemenPPPA dan WWB.
- Pengelolaan limbah berkelanjutan melalui Sustainable Talk.
- Kompetisi Barista dan sesi cupping serta tasting kopi.
Capaian KKI 2026: Omzet yang Meningkat Signifikan
KKI 2026 berhasil mencatatkan performa penjualan yang sangat positif. Selama acara berlangsung, total penjualan UMKM mencapai Rp177,21 miliar, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp130,84 miliar. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM Indonesia.
Peningkatan ini terutama didukung oleh penjualan offline yang mencapai Rp57,76 miliar, meningkat 94% dibandingkan dengan KKI 2025. Sementara penjualan online juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan total mencapai Rp119,45 miliar, atau meningkat 18% dari tahun lalu.
Dominasi Penjualan Wastra dan Kuliner Lokal
Dalam kategori produk, penjualan wastra dan ready-to-wear mendominasi pameran offline dengan total Rp46,48 miliar, yang merupakan 80% dari total penjualan offline. Di sisi lain, penjualan online terbanyak berasal dari kuliner Nusantara sebesar Rp54,27 miliar, diikuti oleh penjualan wastra dan ready-to-wear senilai Rp48,51 miliar, masing-masing mencakup 45% dan 40% dari total penjualan online.
Business Matching: Meningkatkan Akses Pasar dan Pembiayaan
Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, program Business Matching Ekspor menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan nilai transaksi mencapai Rp169,9 miliar. Ini melibatkan 151 kesepakatan dengan 192 UMKM, 31 pembeli, dan 16 negara tujuan ekspor.
Selain itu, akses permodalan bagi pelaku usaha juga mengalami pertumbuhan pesat melalui Business Matching Pembiayaan, yang mencatatkan angka Rp285 miliar, meningkat 30,3% dari tahun sebelumnya. Dengan adanya platform ini, pelaku UMKM bisa lebih mudah mendapatkan akses ke pembiayaan yang mereka butuhkan.
Melanjutkan Keberhasilan KKI
Untuk mempertahankan momentum keberhasilan yang dicapai, masyarakat tetap dapat mengakses dan membeli produk-produk unggulan UMKM melalui website KKI kapan saja. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen untuk mengembangkan dan memasarkan produk UMKM tidak berhenti di KKI 2026, tetapi terus berlanjut demi kesejahteraan pelaku UMKM di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Lomba Tarik Bus Meriahkan HUT RI di Terminal Lebak Bulus dengan Foto Unik dan Menarik
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Layanan Biskita Trans Depok dengan Pengembangan 2 Koridor Baru dan Rutenya




