BI Luncurkan YES 2026 di Yogyakarta, Strategi Efektif untuk Penguatan Ekonomi DIY

Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada pada persimpangan penting saat ini. Dengan tantangan yang terus berkembang baik dari skala global maupun domestik, diperlukan langkah strategis untuk mengatasi ketidakpastian yang ada. Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Bank Indonesia menginisiasi Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
YES 2026: Ruang Kolaborasi Strategis
YES 2026 diharapkan menjadi platform efektif bagi akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berkolaborasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyatakan bahwa simposium ini bertujuan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkret dalam mendukung penguatan ekonomi di kawasan ini. Dengan tema “Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera,” acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, termasuk perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan pelaku usaha.
Tantangan yang dihadapi perekonomian DIY saat ini cukup beragam. Dari ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi, hingga risiko ketahanan pangan, semua ini menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Untuk itu, Sri Darmadi menekankan pentingnya respons kebijakan yang tepat dan didukung oleh kajian yang mendalam agar dapat menghadapi tantangan-tantangan tersebut dengan lebih efektif.
Optimalisasi Potensi Yogyakarta
Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan kota pelajar, yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Melalui forum seperti YES 2026, diharapkan kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat terbangun dengan lebih kuat. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Ekosistem Pendidikan dan Riset
Sri Susilo, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, menekankan bahwa kekuatan ekosistem pendidikan dan riset menjadi modal penting bagi DIY. Dalam konteks ini, penguatan kebijakan berbasis riset sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar hasil-hasil riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang relevan dan aplikatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
- Penguatan kolaborasi antara lembaga penelitian dan pemerintah.
- Penerapan hasil riset dalam kebijakan publik.
- Peningkatan kapasitas SDM dalam bidang riset.
- Fasilitasi akses data dan informasi untuk pengambil kebijakan.
- Pengembangan program riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.
YES 2026 diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan antara akademisi dan pengambil kebijakan. Melalui pertukaran gagasan dan wawasan kebijakan, diharapkan muncul rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan ekonomi DIY.
Membangun Ekonomi yang Tangguh dan Inklusif
Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Daerah DIY, mengungkapkan bahwa arah pembangunan ekonomi di wilayah ini perlu lebih fokus pada penciptaan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi tetapi juga inklusif. Dalam konteks ini, YES 2026 diharapkan bisa memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai sektor, mulai dari penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Selain itu, kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi ekonomi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Dengan adanya dukungan yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan, ekonomi DIY diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan resilien terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
Strategi Implementasi dan Rencana Tindak Lanjut
Untuk memastikan bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari YES 2026 dapat diimplementasikan dengan baik, diperlukan rencana tindak lanjut yang jelas. Beberapa langkah strategis yang dapat diambil antara lain:
- Pengembangan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan SDM.
- Penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pelaku usaha.
- Penguatan jaringan kerjasama antar daerah dalam bidang ekonomi.
- Inovasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Penerapan teknologi dalam pengelolaan UMKM dan sektor lainnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan ekonomi DIY dapat bergerak maju dan menjawab tantangan-tantangan yang ada. Dengan dukungan dari semua pihak, cita-cita untuk menciptakan masyarakat Yogyakarta yang sejahtera dan berdaya saing tinggi akan lebih mudah tercapai.
Peran Aktif Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi
Pentingnya partisipasi masyarakat dalam penguatan ekonomi DIY juga tidak dapat diabaikan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Dengan melibatkan masyarakat, kebijakan yang diambil akan lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui YES 2026, diharapkan terbangun kesadaran kolektif akan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang harmonis dan saling mendukung.
Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Cerah untuk DIY
Dengan peluncuran YES 2026, DIY memiliki peluang besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilien. Melalui sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Yogyakarta bisa menjadi contoh keberhasilan dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat, tantangan yang ada dapat dihadapi dengan lebih efektif, dan masa depan yang cerah bagi masyarakat DIY dapat tercapai.
➡️ Baca Juga: Pemkab Lamsel Tindak Lanjut Pematangan Kawanara 1.335 Hektare Candipuro, Proyeksi Pusat Pertanian Modern Terdepan
➡️ Baca Juga: Polres Jakarta Barat Luncurkan Layanan Penitipan Kendaraan di Kantor Polisi




